Penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Tunjung Teja terjadi secara signifikan dari 62.220 jiwa pada tahun 2024, menjadi 28.293 jiwa pada tahun 2025. Sehingga menimbulkan kebutuhan untuk menganalisis faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mutu pelayanan terhadap minat kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Tunjung Teja berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung ke Puskesmas Tunjung Teja selama tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diambil menggunakan teknik non-probability sampling jenis consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi bukti fisik (p=0,005), kehandalan (p=0,005), daya tanggap (p=0,002), dan empati (p=0,038) memiliki hubungan signifikan dengan minat kunjungan pasien rawat jalan, sedangkan dimensi jaminan (p=0,071) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bukti fisik (OR=3,568) merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh kehandalan (OR=3,485), yang memengaruhi minat kunjungan pasien rawat jalan. Puskesmas Tunjung Teja disarankan memprioritaskan perbaikan sarana prasarana dan konsistensi pelayanan guna meningkatkan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan secara berkelanjutan dan optimal. .