Nia Kurniatillah
Universitas Banten Jaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU PEMANFAATAN PELAYANAN KLINIK SANITASI PUSKESMAS OLEH KELUARGA DENGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU BTA (+) DI KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1481

Abstract

Perubahan perilaku dan perbaikan kondisi sanitasi lingkungan berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis paru BTA (+). Tingginya kejadian penyakit tuberkulosis paru BTA (+) di Kota Serang terutama di Kecamatan Taktakan diperlukan upaya-upaya terobosan diantaranya melalui upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan klinik sanitasi puskesmas. Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan besaran sampel sebanyak 96 orang penderita tuberkulosis paru (BTA+). Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli tahun 2019.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis yang dilakukan adalah regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan (OR= 4,2; 95% CI: 1,529-11,478), dukungan keluarga (OR= 3,9; 95% CI: 1,440-11,004), faktor kebutuhan (need) (OR= 3,8; 95% CI: 1,258-11,477) memiliki hubungan yang kuat terhadap perilaku pemanfaatan pelayanan klinik sanitasi puskesmas. Pengetahuan, dukungan keluarga dan faktor kebutuhan (need) merupakan faktor dominan berpengaruh terhadap pelayanan klinik sanitasi puskesmas oleh keluarga dengan penyakit tuberkulosis paru (BTA+).
Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Pemberian Vaksinasi Covid 19 di MAN I Kota Serang Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat; Nurjaman Nurjaman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1887

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui seberapa pengaruhnya peran orang tua siswa dalam pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid-19 akan berdampak pada percepatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 dengan aman. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap pemberian Vaksin Covid-19 pada siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2021. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang, dengan keseluruhan sampel sebanyak 34 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik. Analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pengaruh signifikan antara Peran Orang Tua terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 pada Siswa Kelas XI di MAN I Kota Serang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig = 0,015 < 0,05 dan F-hitung = 6,648. Dapat disimpulkan bahwa peran orang tua membawa dampak terhadap pemberian vaksin Covid-19.
SITUASI PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2020 Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat; Widodo Hari Lusinto
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 02 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i02.2194

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi kesehatan masyarakat Global. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui situasi penyakit kusta di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Jumlah penderita kusta di Kabupaten Serang tahun 2019 sebanyak 175 kasus dengan angka prevalensi kusta sebesar 1,2 per 100.000 penduduk. Angka penemuan kasus baru sebesar 11,6 per 100.000 penduduk. Penderita kusta tipe Pausi Basiler (PB) dengan jenis kelamin laki-laki (46,2%) dan perempuan (53,8%). Penderita kusta tipe Multipausi Basiler (MB) berjenis kelamin laki-laki (69,8%) dan perempuan (30,2%). Penderita kusta tipe Pausi Basiler (PB) tersebar di 11 wilayah Kecamatan dan tipe Multipausi Basiler (MB), sebaran kasus merata di seluru wilayah di 31 Kecamatan Kabupaten Serang. Terdapat 13 penderita kusta anak < 15 tahun (7,4%). Penderita kusta dengan cacat tingkat 0 (86,9%) dan cacat tingkat 2 (9,7%). Penderita kusta tipe Pausi Basiler (PB) telah menyelesaikan pengobatan (100%). Penderita kusta tipe Multipausi Basiler (MB) telah menyelesaikan pengobatan sebanyak (88,2%). Strategi eleminasi kusta di Kabupaten Serang diperlukan upaya advokasi, kerjasama lintas sektor, program, jejaring kerja serta penguatan kegiatan surveilans kusta. Untuk masyarakat, diperlukan upaya promosi kesehatan melalui media Informasi, Komunikasi dan Edukasi. Peran aktif masyarakat dalam penemuan kasus, deteksi dini dan pengobatan segera.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN SERANG Fauzul Hayat; Nia Kurniatillah; Linardita Ferial; Fida Asfia; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2755

Abstract

Kematian neonatal sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sistem pelayanan kesehatan yang baik akan menjamin derajat kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan karena sebagian besar penyebab kematian neonatal dapat dicegah. Beberapa faktor seperti faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan ditentukan sebagai prediktor kematian neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kematian neonatal di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari-April 2021. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kematian neonatal di wilayah Kabupaten Serang. Sampel yang diambil merupakan total populasi sebanyak 215 kematian neonatal.Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia berdasarkan temuan/laporan seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian neonatal di Kabupaten Serang sebanyak 215 kasus. Proporsi kematian neonatal tertinggi yaitu Kecamatan Baros (8,8%), Jawilan (6,9%), Kramatwatu (6,9%), Cikande (6,5%), Padarincang (5,6%), Kragilan (5,6%). Proporsi kasus berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 60,5% dan perempuan sebesar 39,5%. Penyebab kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh BBLR (46%), asfiksia (27,9%), kelainan bawaan (11,6%), penyebab lainnya (11,6%), tetanus neonatorium (1,4%), dan sepsis (1,4%). Cakupan pelayanan kesehatan (K4) sebesar 92%, cakupan pertolongan persalinan (99,4%), cakupan persalinan di pelayanan kesehatan (89,3%), cakupan kunjungan neonatal lengkap (99,6%), cakupan Inisiasi Menyusui Dini (77,5%). Tingginya kasus kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan dalam upaya menekan angka kematian neonatal.
ANALISIS KESIAPAN  MANAJEMEN RUMAH SAKIT SARI ASIH KARAWACI DALAM PENERAPAN KLASIFIKASI LAYANAN RUMAH SAKIT BERBASIS KEMAMPUAN PELAYANAN Andriyanto; Nia Kurniatillah; Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4899

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan manajemen Rumah Sakit Sari Asih Karawaci dalam mengimplementasikan kebijakan klasifikasi layanan berbasis kemampuan pelayanan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang mengklasifikasikan rumah sakit berdasarkan strata kompetensi: Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode Grounded Theory dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 19 informan kunci (jajaran manajemen dan kepala unit), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding, dikombinasikan dengan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Sari Asih Karawaci berada pada kondisi siap bersyarat (conditionally ready). Kesiapan regulasi internal ditopang oleh instruksi top-down dari direktur dan mekanisme koordinasi lintas bidang yang organik. Kesiapan SDM dinilai bersyarat: sertifikasi klinis staf eksisting terpenuhi, namun masih terdapat kelangkaan dokter subspesialis, dengan catatan bahwa layanan perinatologi-NICU yang ditopang dokter anak fellowship perinatologi tetap merupakan pelayanan unggulan strategis (centre of excellence). Kesiapan sarana prasarana dinilai memadai melalui skema pengadaan bottom-up yang dipantau melalui ASPAK dan RS Online. Hambatan utama meliputi keterbatasan ruangan serta inkonsistensi nomenklatur alat kesehatan antara kondisi lapangan dan sistem digital. Strata kompetensi maksimal yang mampu dilaksanakan saat ini adalah strata Madya, dengan potensi peningkatan pada layanan rehabilitasi medik, hemodialisis, laboratorium, dan radiologi.
PENGARUH MUTU PELAYANAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TUNJUNG TEJA KABUPATEN SERANG Putri Anjani; Nia Kurniatillah; Adi Supryatno; Fauzul Hayat
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4924

Abstract

Penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Tunjung Teja terjadi secara signifikan dari 62.220 jiwa pada tahun 2024, menjadi 28.293 jiwa pada tahun 2025. Sehingga menimbulkan kebutuhan untuk menganalisis faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mutu pelayanan terhadap minat kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Tunjung Teja berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung ke Puskesmas Tunjung Teja selama tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diambil menggunakan teknik non-probability sampling jenis consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi bukti fisik (p=0,005), kehandalan (p=0,005), daya tanggap (p=0,002), dan empati (p=0,038) memiliki hubungan signifikan dengan minat kunjungan pasien rawat jalan, sedangkan dimensi jaminan (p=0,071) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bukti fisik (OR=3,568) merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh kehandalan (OR=3,485), yang memengaruhi minat kunjungan pasien rawat jalan. Puskesmas Tunjung Teja disarankan memprioritaskan perbaikan sarana prasarana dan konsistensi pelayanan guna meningkatkan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan secara berkelanjutan dan optimal. .
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENGGUNAAN MOBILE JKN DI RUMAH SAKIT OTIKA MEDIKA KABUPATEN SERANG   Iim Zaelani; Fida Asfia; Nia Kurniatillah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 6 No. 02 (2026): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v6i02.4928

Abstract

Di Rumah Sakit Otika Medika Kabupaten Serang masih dijumpai peserta JKN yang belum memanfaatkan aplikasi Mobile JKN secara maksimal, khususnya dalam proses pendaftaran dan antrean pelayanan, sehingga menunjukkan adanya perbedaan tingkat penggunaan aplikasi di kalangan peserta JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN di Rumah Sakit Otika Medika Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan kurang mayoritas memiliki penggunaan Mobile JKN yang kurang (54,3%), sedangkan responden dengan pengetahuan baik mayoritas memiliki penggunaan Mobile JKN yang baik (72,3%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p = 0,009 (p < 0,05) dengan nilai POR 3,101. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan Mobile JKN. Responden dengan pengetahuan kurang berpeluang 3,1 kali memiliki penggunaan Mobile JKN yang kurang dibandingkan responden berpengetahuan baik. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan edukasi dan sosialisasi penggunaan Mobile JKN, serta penelitian selanjutnya mengkaji faktor lain dengan cakupan responden yang lebih luas