This Author published in this journals
All Journal Abdimas Langkanae
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Teknologi dan Inovasi Produk Olahan Sagu Berbasis Preferensi Pasar Modern pada Kelompok Pengolah Sagu di Desa Barammamase Kabupaten Luwu Iriansa Iriansa; Nurasia Nurasia; Akramunnisa Akramunnisa; Ni Kadek Rianti Dewi; Tasya Saputri
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.863

Abstract

Kelompok Usaha Bersama Sagu Tori Hafidza di Desa Barammamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, mengolah pati sagu menjadi dange dan kue tori dengan umur simpan hanya dua hingga tiga hari, kemasan sederhana, serta pemasaran yang terbatas pada warung dan pasar lokal. Kondisi tersebut menahan pendapatan anggota pada kisaran Rp1.000.000-Rp1.500.000 per bulan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah usaha mitra melalui transfer teknologi tepat guna dan diversifikasi produk olahan sagu yang berorientasi pasar modern. Kegiatan dilaksanakan bersama 13 anggota kelompok melalui lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perancangan keberlanjutan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, observasi lapangan, daftar periksa kompetensi, serta rekapitulasi produksi dan penjualan selama satu bulan pelaksanaan. Skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan mitra naik dari 48,5 menjadi 88,4 atau meningkat 82,3% secara relatif. Lini produk bertambah dari dua menjadi lima jenis dengan hadirnya gula sagu cair, keripik sagu tiga varian rasa, dan dange tiga varian rasa, yang dipasarkan melalui tiga merek baru, yaitu SAGULA, KISAGU, dan DANGE SAGU. Produksi dange original meningkat 25% menjadi 500 lembar per minggu, sedangkan proporsi produk berkemasan modern naik dari 10% menjadi 94% dan seluruh produk baru telah berlabel. Mitra mulai mengoperasikan akun Instagram dan Facebook bisnis, dan jumlah transaksi naik 30%, dari 60 menjadi 78 per bulan, dengan 12 di antaranya dari kanal digital. Temuan pada satu kelompok mitra ini mengindikasikan bahwa kombinasi transfer teknologi, perbaikan kemasan, dan digitalisasi pemasaran dapat memperluas basis produk sekaligus jangkauan pasar usaha mikro berbasis sagu.