Ketersediaan darah yang aman memerlukan partisipasi pendonor sukarela yang berkelanjutan. Pada bulan Ramadan, perubahan waktu makan dan minum serta kekhawatiran terhadap rasa lemas dapat mengurangi kesiapan masyarakat untuk berdonor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan masyarakat setelah pendidikan kesehatan mengenai donor darah aman pada bulan Ramadan. Kegiatan ini menggunakan desain evaluasi pra-eksperimental satu kelompok dengan pretest dan posttest. Sebanyak 29 peserta berusia 18-60 tahun mengikuti edukasi di Desa Sukamaju, Kabupaten Garut, pada 13 Maret 2026. Intervensi terdiri atas ceramah selama 30 menit, leaflet, dan diskusi interaktif selama 10 menit. Pengetahuan diukur menggunakan lima pernyataan benar-salah dengan rentang skor 0-100. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, rerata, simpangan baku, median, dan perubahan skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 77,93 (SD±23,51) pada pre-test menjadi 95,17 (SD±11,53) pada post-test, dengan peningkatan rerata 17,24 poin. Proporsi peserta yang memperoleh skor sempurna meningkat dari 37,9% menjadi 82,8%. Seluruh peserta menyelesaikan kedua pengukuran. Pendidikan kesehatan berbasis ceramah, leaflet, dan diskusi dikaitkan dengan peningkatan pengetahuan jangka pendek mengenai donor darah aman pada bulan Ramadan. Temuan perlu ditafsirkan secara hati-hati karena tidak terdapat kelompok pembanding, instrumen hanya terdiri atas lima butir, dan data pasangan individual tidak tersedia untuk analisis inferensial.