Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERGESERAN OTORITAS SOSIAL DAN KULTURAL GURU: ANALISIS SOSIO-ANTROPOLOGIS KONFLIK PENDIDIK DAN ORANG TUA DALAM KASUS PENDISIPLINAN SISWA DI JAMBI Hamzah Irfanda; Yana Alfita Dea Nova; Suci Herdayanti; Juriya Adhandini; Fajri Afrialdi
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i2.8098

Abstract

This study examines shifts in teachers' social and cultural authority through a socio-anthropological analysis of conflicts between educators and parents regarding student discipline in Jambi. The study is motivated by the increasing criminalization of teachers stemming from disciplinary actions at school that escalate into legal and social issues, a trend exacerbated by digital media's role in accelerating public judgment. A qualitative approach was employed, utilizing case study methods within a constructivist paradigm. Primary data were obtained through content analysis of the viral video "Teacher Suspected of Conducting Hair Raid on Students in Jambi," while secondary data were drawn from legal documents, media reports, academic journals, and literature on the sociology and anthropology of education. Digital ethnography was applied to analyze public narratives and responses in digital spaces. The findings reveal that the conflict originated from the enforcement of hair regulations as part of the teacher's pedagogical responsibilities; however, due to post-Reform shifts in social values and growing individual rights awareness, parents interpreted these actions differently. The failure of communication and mediation caused the conflict to escalate from the school environment to formal legal proceedings, ultimately reaching a hearing before the House of Representatives' Commission III. Social media functioned as an "informal court" that preceded formal legal processes and accelerated public judgment before facts were fully verified. This study concludes that the issue is structural and socio-anthropological in nature, necessitating stronger legal protections for teachers, greater clarity regarding disciplinary boundaries, and improved communication and mediation mechanisms between schools and parents.
Revitalisasi Spirit Ramadhan Melalui Kajian Al-Qur’an dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa IAI Sumbar Pariaman Firda Khairati Amris; Rully Hidayatullah; Erwin Saputra Andika; Joni Indra Wandi; Berliana Desman; Suci Herdayanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas spiritual dan motivasi belajar mahasiswa. Namun, menghadapi permasalahan berupa rendahnya optimalisasi kegiatan keagamaan dalam mendukung peningkatan prestasi akademik serta kurangnya metode kajian Al-Qur’an yang sistematis dan aplikatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi melalui refleksi nilai-nilai Al-Qur’an dengan metode kajian Al-Qur’an yang inovatif dan terstruktur bagi mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sumatera Barat Pariaman. Metode yang digunakan meliputi pendampingan partisipatif, diskusi kelompok,. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama bulan Ramadhan melalui sesi kajian rutin, interaksi aktif, dan penugasan reflektif yang terintegrasi dengan konteks akademik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan dan sikap mahasiswa. Tingkat pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an meningkat sebesar 35%, sementara motivasi belajar dan kedisiplinan akademik mengalami peningkatan sebesar 30% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, mahasiswa menunjukkan perubahan positif dalam etos belajar, fokus akademik, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Dengan demikian, pendampingan metode kajian Al-Qur’an terbukti memberikan dampak konkret dalam merevitalisasi spirit Ramadhan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Program ini dapat menjadi model pengabdian yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi Islam.