Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN ALFA SELULOSA DARI TONGKOL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) SEBAGAI BAHAN BAKU EKSIPIEN SEDIAAN TABLET Nur Illiyyin Akib; Putri Anugrah Febrianti; Novi Siswanti; Nurma Yunita; Padil Anugrah; Qonitah Salsabila; Ari Sartinah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/wxjqw510

Abstract

Tongkol jagung pulut (Zea mays ceratina) merupakan hasil samping pertanian yang pemanfaatannya masih terbatas dan mengandung selulosa sebesar 44,9%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber alfa selulosa untuk bahan baku eksipien farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi alfa selulosa dari tongkol jagung pulut serta mengevaluasi karakteristiknya sebagai bahan baku eksipien sediaan tablet. Isolasi dilakukan melalui tahapan prahidrolisis, delignifikasi, dan pemutihan hingga diperoleh serbuk alfa selulosa. Karakterisasi meliputi rendemen, pengujian organoleptik, kadar alfa selulosa, pH, kelarutan dalam air dan eter, serta identifikasi gugus fungsi menggunakan spektroskopi inframerah transformasi Fourier yang dibandingkan dengan alfa selulosa komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alfa selulosa yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 37,90% dengan kadar alfa selulosa 97,17 ± 0,24%. Pengujian kualitatif menggunakan larutan seng klorida beriodium mengonfirmasi keberadaan alfa selulosa. Secara organoleptik, produk berbentuk serbuk berwarna putih, tidak berbau, dan tidak berasa. Karakterisasi fisikokimia menunjukkan pH 7,23 ± 0,03, kelarutan dalam air 0,089 ± 0,012%, dan kelarutan dalam eter 0,057 ± 0,015%. Analisis spektroskopi menunjukkan keberadaan gugus O–H, C–H, CH₂, C–O, dan C–O–C yang merupakan gugus fungsi karakteristik selulosa. Berdasarkan karakteristik tersebut, alfa selulosa dari tongkol jagung pulut berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku eksipien farmasi.