Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Substitusi Aspal Menggunakan Limbah Styrofoam terhadap Karakteristik Marshall Campuran Asphalt Concrete-Binder Course Ahmad Farhan Ghifari; Lizar Lizar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12866

Abstract

Perkerasan jalan memerlukan campuran beraspal yang memiliki kinerja baik agar mampu menahan beban lalu lintas sekaligus memiliki ketahanan terhadap deformasi. Di sisi lain, meningkatnya limbah Styrofoam  yang sulit terurai mendorong pemanfaatannya sebagai material alternatif pada campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian aspal menggunakan Styrofoam  terhadap karakteristik Marshall campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70 dan variasi kadar substitusi Styrofoam  sebesar 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7% dari berat aspal pada Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,5%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), density, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFWA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Styrofoam  memengaruhi seluruh karakteristik Marshall campuran AC-BC. Nilai stabilitas meningkat hingga kadar substitusi tertentu, sedangkan nilai VIM dan VMA cenderung meningkat seiring bertambahnya kadar Styrofoam . Sebaliknya, nilai VFWA menunjukkan kecenderungan menurun. Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi terhadap persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, kadar substitusi Styrofoam  sebesar 3% memberikan kinerja terbaik karena seluruh parameter Marshall masih memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Styrofoam  berpotensi dimanfaatkan sebagai material substitusi sebagian aspal pada campuran AC-BC dengan kadar yang terbatas agar kinerja campuran tetap memenuhi standar.