Perkerasan jalan memerlukan campuran beraspal yang memiliki kinerja baik agar mampu menahan beban lalu lintas sekaligus memiliki ketahanan terhadap deformasi. Di sisi lain, meningkatnya limbah Styrofoam yang sulit terurai mendorong pemanfaatannya sebagai material alternatif pada campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian aspal menggunakan Styrofoam terhadap karakteristik Marshall campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70 dan variasi kadar substitusi Styrofoam sebesar 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7% dari berat aspal pada Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,5%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), density, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFWA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Styrofoam memengaruhi seluruh karakteristik Marshall campuran AC-BC. Nilai stabilitas meningkat hingga kadar substitusi tertentu, sedangkan nilai VIM dan VMA cenderung meningkat seiring bertambahnya kadar Styrofoam . Sebaliknya, nilai VFWA menunjukkan kecenderungan menurun. Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi terhadap persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, kadar substitusi Styrofoam sebesar 3% memberikan kinerja terbaik karena seluruh parameter Marshall masih memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Styrofoam berpotensi dimanfaatkan sebagai material substitusi sebagian aspal pada campuran AC-BC dengan kadar yang terbatas agar kinerja campuran tetap memenuhi standar.
Copyrights © 2026