Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kekerasan dalam Pendidikan di Era Digitalisasi Hayumi Hayumi; Entu Amalia; Maesaroh Maesaroh; Ani Sakinah; Saepul Umar; Munif Latif
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12930

Abstract

Kajian ini bertujuan mengeksplorasi transformasi manifestasi kekerasan dalam ekosistem pendidikan di tengah pesatnya arus digitalisasi. Meskipun lembaga pendidikan secara normatif dan yuridis dirancang sebagai ruang yang aman, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik, realitas menunjukkan masih berlangsungnya berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, emosional, maupun struktural. Perkembangan teknologi informasi turut memperluas bentuk kekerasan ke ruang digital melalui cyberbullying, yang memiliki karakteristik anonimitas, penyebaran informasi yang cepat, serta jangkauan yang luas sehingga dampaknya lebih kompleks dibandingkan kekerasan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, yaitu mengkaji dan menganalisis berbagai literatur ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen resmi yang relevan dengan tema penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola, penyebab, dampak, dan strategi penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan digital berkontribusi signifikan terhadap penurunan kesehatan mental, meningkatnya kecemasan dan depresi, menurunnya motivasi serta prestasi akademik, dan terganggunya interaksi sosial peserta didik. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara pesatnya penguasaan teknologi dengan rendahnya kompetensi kewargaan digital (digital citizenship) serta literasi digital yang berorientasi pada etika. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital berbasis kecerdasan emosional, pendidikan karakter, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan protektif guna mendukung tumbuh kembang generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan bertanggung jawab di era digital.