Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DZUHUR BERJAMAAH BAGI PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH NURUL HIDAYAH BOJONEGARA Ahmad Wahyudin; Hayumi Hayumi
DESANTA (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia biasanya hanya terfokus pada kemampuan intelektual dan sangat sekali kurang mendalami pembentukan karakter. Pendidikan karakter dengan pembiasaan shalat dzuhur berjamaah bagi peserta didik di Madrasah Aliyah Nurul Hidayah merupakan kewajiban yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai sarana pembentukan sikap positif bagi peserta didik, serta mampu meningkatkan kesadaran individu sebagai seorang hamba yang patuh kepada tuhannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang diperoleh oleh peserta didik dalam pembiasaan shalat dzuhur berjamah. Metode penelitian ini metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode Library Research, yaitu mengumpulkan data-data dari buku-buku yang berkaitan dan Field Research, yaitu mengumpulkan data yang diperoleh dari lapangan dengan menggunakan teknik Observasi dan Interview. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dzuhur berjamaah pada dasarnya bertujuan sebagai sarana implementasi materi dalam mata pelajaran Fiqih serta untuk membiasakan peserta didik melaksanakan shalat fardhu, juga mampu meningkatkan karakter religius seseorang jika dilakukan secara terus-menerus dan selalu mengambil-nilai-nilai yang baik dari kegiatan shalat berjamaah. Hal ini bisa dilihat jika suara adzan berkumandang maka siswa/i akan segera kemushollah untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur berjamaah. Sehingga, melalui pembiasaan shalat dzuhur berjamaah dapat membentuk karakter religius siswa
Meninjau Kembali Paradigma Islam sebagai Agama Hayumi Hayumi
DESANTA (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Vol. 3 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali paradigma Islam sebagai Agama di tengah-tengah umat beragama. Islam secara definitif sebagai ummatan wasatha (ummat terbaik, umat pilihan, umat yang adil dan seimbang kehidupannya) harus mampu menunjukkan sikapnya sebagai agama yang bisa menaungi keberagaman. Disintegrasi umat beragama mulai muncul kembali di tengah-tengah keberagamaan khususnya di wilayah Banten. Sempitnya pengetahuan dan kedangkalan pemahaman keagamaan adalah faktor penyebab itu semua dalam segala aspek kehidupan, entah dalam aspek politik, aspek sosial dan aspek budaya. Dari itu, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paradigma Islam sebagai agama dapat ditinjau kembali dari berbagai perspektif dan meluruskan serta menghilang kebatilan-kebatilan dalam ruang-ruang publik, seperti politik, kehidupan sosial maupun budaya. Islam sebagai agama samawi (Agama Tuhan) harus berjuang menegakkan keadilan dan menghidupkan rasa perdamaian di tengah-tengah umat beragama
Pandangan Politik Jamaludin Al-Afghani Dalam Merefleksi Kehidupan Politik Islam Di Indonesia Hayumi, Hayumi; Elenita Drihestyawati; Mila Aulia Rahayu
KRAKATAU (Indonesian of Multidisciplinary Journals) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses Jamaluddin al-Afghani's political views in reflecting on Islamic political life in Indonesia. This research uses a type of research library research that examines the pluralist Islamic education paradigm as an alternative to religious integration. Researchers using qualitative research methods are intended to be able to explain phenomena in as much depth as possible by collecting data that shows aspects of the depth and detail of the data studied. This depth is the basis for researchers in studying Indonesian Islam in this philosophical aspect. The results of this research show that Jamaluddin al-Afghani's thoughts related to politics and statehood are very appropriate to be used as reflection, for example, Jamaluddin thinks about unity, inclusiveness, knowledge and wisdom
Implementasi Podcast Sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Media dan Teknologi Pendidikan. Sofwatillah Amin; Hayumi Hayumi; Nurusshofi Hamalatil Jannah; Itoh Masitoh; Suryani Agustina
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i1.6349

Abstract

Learning media has an important role in increasing the effectiveness of the teaching and learning process. This study aims to analyze the use of podcasts as a learning medium in the Media and Educational Technology course at the Islamic Religious Education Study Program, Primagraha University. The research approach used is qualitative descriptive, with data collection through observation, interviews, and documentation. The research subjects are students who take the course, selected purposively based on the criteria of active users of social media and digital software. The results of the study show that podcasts are an effective learning medium in increasing students' interest and motivation to learn. Although the majority of students are used to using platforms like YouTube and Instagram, they don't have any experience in producing and distributing podcasts. The implementation of podcasts not only provides a new learning experience, but also encourages creativity and improves students' digital literacy. Group-based learning projects such as Ngajak Podcast show positive responses from students and show increased engagement in exploring educational materials independently. Thus, podcasts can be an alternative learning media that is relevant to technological developments and students' digital habits today.