Latar Belakang : Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Provinsi Lampung masih menghadapi tingginya kejadian pneumonia pada balita sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan yang efektif. Tujuan: Menganalisis determinan kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Lampung berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder SKI Tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 304 balita usia 0–59 bulan di Provinsi Lampung. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebanyak 29,4% balita mengalami pneumonia. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia balita, status gizi, riwayat ASI eksklusif, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), kepadatan hunian, keberadaan anggota keluarga yang merokok, jenis lantai rumah, dan pendidikan ibu berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Lampung dipengaruhi oleh berbagai faktor, dengan status gizi sebagai determinan yang paling dominan. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu diprioritaskan pada perbaikan status gizi balita melalui penguatan program gizi, promosi ASI eksklusif, dan pemantauan pertumbuhan secara rutin.