p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Karbito Karbito
Universitas Malahayati

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Host dan Health Belief Model sebagai Determinan Penerimaan Terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ria Putriono; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61596

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah pasien TB belum optimal. Faktor host dan persepsi berdasarkan Health Belief Model (HBM) diduga memengaruhi penerimaan TPT. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor host dan HBM sebagai determinan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 52,5% responden menerima TPT. Sikap berhubungan dengan penerimaan TPT (p<0,001; OR=8,49; 95%CI=3,71–19,40) dan persepsi berdasarkan HBM berhubungan secara signifikan (p<0,001; OR=14,64; 95%CI=6,03–35,47), sedangkan pekerjaan (p=0,680), pengetahuan (p=0,100), dan komorbid (p=0,342) tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan persepsi berdasarkan HBM merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerimaan TPT (Adjusted OR=11,784; 95%CI=4,428–31,362; p<0,001). Penguatan edukasi dan konseling berbasis HBM diperlukan untuk meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.
Determinan Pneumonia pada Balita di Provinsi Lampung: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Leni Hartati; Dessy Hermawan; Agung Aji Perdana; Karbito Karbito; Usastiawaty C.A.S Isnainy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61626

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Provinsi Lampung masih menghadapi tingginya kejadian pneumonia pada balita sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan yang efektif. Tujuan: Menganalisis determinan kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Lampung berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder SKI Tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 304 balita usia 0–59 bulan di Provinsi Lampung. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebanyak 29,4% balita mengalami pneumonia. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia balita, status gizi, riwayat ASI eksklusif, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), kepadatan hunian, keberadaan anggota keluarga yang merokok, jenis lantai rumah, dan pendidikan ibu berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Lampung dipengaruhi oleh berbagai faktor, dengan status gizi sebagai determinan yang paling dominan. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu diprioritaskan pada perbaikan status gizi balita melalui penguatan program gizi, promosi ASI eksklusif, dan pemantauan pertumbuhan secara rutin.
Analisis Faktor Environment sebagai Determinan Penerimaan terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ita Novi Sulistiyani; Wayan Aryawati; Khoidar Amiruz; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61765

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban tinggi di Indonesia, sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah masih rendah. Keberhasilan TPT dipengaruhi berbagai faktor, terutama faktor lingkungan. Rendahnya penerimaan TPT di Puskesmas se-Kota Metro menunjukkan perlunya penelitian mengenai determinan penerimaan TPT sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian TBC yang lebih efektif.. Penelitian ini bertujuan faktor environment sebagai determinan penerimaan terapi pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TBC di Puskesmas se-Kota Metro Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kontak serumah pasien Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Se-Kota Metro sebanyak 242 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,7% responden menerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga (p<0,001; OR=3,995), stigma sosial (p=0,004; OR=3,107), peran tenaga kesehatan (p=0,032; OR=2,333), waktu pelayanan (p<0,001; OR=4,167), dan jarak tempat pelayanan kesehatan (p=0,001; OR=3,686) dengan penerimaan TPT. Analisis regresi logistik menyatakan bahwa stigma sosial, peran tenaga kesehatan, dan waktu pelayanan berhubungan signifikan dengan penerimaan TPT, dengan peran tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (OR=3,483; 95% CI=1,358–8,929; p=0,009). Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas se-Kota Metro untuk memperkuat edukasi dan konseling, serta meningkatkan kualitas pelayanan TPT untuk mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.