Perburukan klinis pada pasien medikal bedah merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas di rumah sakit. Penerapan Early Warning Score (EWS) sebagai sistem deteksi dini sangat dipengaruhi oleh faktor organisasi, kepemimpinan, dan kepatuhan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan Early Warning Score terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien medikal bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas perawat yang bekerja di ruang perawatan medikal bedah dan dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi kepatuhan penggunaan EWS, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan EWS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien (p<0,05). Secara parsial, kepatuhan penggunaan EWS merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan dibandingkan budaya organisasi dan kepemimpinan kepala ruangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya keselamatan pasien, kepemimpinan yang efektif, serta peningkatan kepatuhan dalam penggunaan EWS dapat mengoptimalkan deteksi dini perburukan klinis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.