Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Senam Kaki Diabetes Dan Diet Rendah Gula Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Oka Afriza Yanto; Joko Prasetyo; Novita Ana Anggraini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51750

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi batas normal, yaitu ≥200 mg/dl untuk glukosa sewaktu atau ≥126 mg/dl untuk glukosa puasa. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi setelah komplikasi muncul karena gejalanya tidak langsung terlihat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetes dan diet rendah gula terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Johan Pahlawan Aceh Barat. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test one-group design with control group. Sampel sebanyak 104 responden dipilih dengan teknik purposive sampling dan penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2025. Instrumen yang digunakan meliputi SOP senam kaki diabetes, SOP Food Frequency Questionnaire (FFQ), alat ukur gula darah Autocheck, video senam kaki, dan lembar evaluasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam kaki diabetes pada kelompok kontrol kategori buruk sebesar 63,5% dan sebelum penyuluhan diet gula pada kelompok kontrol sebesar 84,6%. Setelah dilakukan senam kaki diabetes pada kelompok kontrol, kategori baik meningkat menjadi 84,6%, sedangkan sesudah penyuluhan diet gula pada kelompok intervensi kategori baik sebesar 78,8%. Hasil uji T menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05), yaitu 0,034 dan 0,000 pada intervensi senam kaki serta 0,000 dan 0,008 pada diet gula. Hal ini membuktikan bahwa senam kaki diabetes dan diet rendah gula berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.
Analysis of the Effect of Min–Max Stock Level (MMSL) Implementation on the Efficiency of Slow-Moving Drug Management: Min–Max Stock Levels in Slow-Moving Drug Control Amellia Ahmed; Ratna Wardani; Joko Prasetyo
Innovative Approaches in Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Innovative Approaches in Health Science Journal
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64871/qswze655

Abstract

Background: The management of slow moving drugs in hospital pharmacy installations often faces problems in the form of overstock, high inventory values, increased risk of expiration, and low inventory turnover. This study aims to analyze the effect of the application of Min-Max Stock Level (MMSL) on the efficiency of slow moving drug management in the Pharmaceutical Installation of General Hospital Muslimat Ponorogo which is measured through inventory value, expiration rate, storage cost, and inventory turnover. Methods: Quantitative research design of the case control approach. MMSL implementation independent variables (before and after implementation). Dependent variables are inventory value, drug expiration value, storage cost, and turnover ratio (TOR). Data analysis was carried out descriptively and inferentially using the Mann-Whitney U test for variables that are not normally distributed and independent t-test for the TOR variable that is normally distributed. Result: The results of the analysis showed that in the inventory value variable, Mann-Whitney U = 90,000, Z = –0.933, and p = 0.351 (>0.05), so that there was no significant effect of the application of MMSL on the inventory value. In the storage cost variable, identical results were obtained (U = 90,000; Z = –0.933; p = 0.351), which also showed no significant differences between groups. Meanwhile, the expiration value variable showed a very significant difference with U = 17,500, Z = –4,015, and p < 0.001, which means that there is a significant influence of the application of MMSL on the decrease in the value of losses due to expired drugs. For the variable turnover ratio (TOR), the results of the independent t-test showed p = 0.136 (>0.05), so there was no significant effect of the application of MMSL on TOR. Conclusion: The implementation of MMSL significantly reduces losses due to expired drugs but does not significantly affect inventory value, storage costs, or turnover ratio.
Optimalisasi Pelaksanaan Handover Shift Perawat di Ruang Rawat Inap RSU Serpong Utara Joko Prasetyo; Kezia Irene Joseph; Jojor Juniana; Lenny Rumintar Siregar
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam menerapkan komunikasi SBAR saat handover, menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan timbang terima, melaksanakan edukasi dan sosialisasi pedoman handover, serta mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Metode penelitian ini menggunakan kegiatan Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2026 di ruang rawat inap RSU Serpong Utara dengan melibatkan 10 ketua tim keperawatan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, pre-test, edukasi terstruktur mengenai komunikasi SBAR, sosialisasi pedoman dan form handover, observasi pelaksanaan handover, serta post-test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan perawat mengenai komunikasi SBAR, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 62,5 menjadi 88,0 dan pemahaman prosedur handover meningkat dari 58,0 menjadi 92,0. Tingkat kepatuhan pelaksanaan komunikasi SBAR saat handover juga meningkat dari 55% sebelum intervensi menjadi 94% setelah intervensi. Selain itu, penggunaan leaflet dan form handover membantu menyeragamkan proses timbang terima serta meningkatkan kualitas dokumentasi dan komunikasi antar shift. Simpulan penelitian ini yaitu edukasi terstruktur dan sosialisasi pedoman handover berbasis SBAR terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, dan kualitas pelaksanaan handover perawat di ruang rawat inap RSU Serpong Utara. Implementasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan serta pencapaian sasaran keselamatan pasien.
Analisis Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, dan Motivasi Terhadap Kinerja Perawat di RS Siloam Manado Hesky Frengky Ngongoloy; Nurwijayanti Nurwijayanti; Joko Prasetyo
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24129

Abstract

ABSTRACT Nurses performance is a key indicator of nursing service quality and patient safety in hospitals. From a nursing management perspective, nurses’ performance is influenced by various internal organizational factors, including organizational culture, leadership style, and work motivation. Although these factors are theoretically assumed to play an important role in shaping nurses’ behavior and performance, empirical findings remain inconsistent, particularly in private hospital settings. This study aimed to analyze the influence of organizational culture, leadership style, and work motivation on nurses’ performance at Siloam Manado Hospital. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 110 nurses were selected as respondents using a simple random sampling technique. Data were collected through structured questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using dummy linear regression, preceded by classical assumption tests including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and linearity tests. The simultaneous test results indicated that organizational culture, leadership style, and work motivation did not have a significant joint effect on nurses’ performance (p 0.05). Partial analysis also revealed that each independent variable did not significantly influence nurses’ performance. The coefficient of determination (R²) was 0.034, indicating that the regression model explained only 3.4% of the variance in nurses’ performance. In conclusion, nurses’ performance at Siloam Manado Hospital appears to be relatively stable and not significantly influenced by organizational culture, leadership style, or work motivation. This finding may be attributed to the strong implementation of standardized operating procedures and structured work systems, which minimize performance variation attributable to internal organizational factors. Keywords: Leadership Style, Nurses Performance, Organizational Culture, Work Motivation.  ABSTRAK Kinerja perawat merupakan indikator utama mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Dalam perspektif manajemen keperawatan, kinerja perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal organisasi, antara lain budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja. Meskipun secara teoretis ketiga faktor tersebut diyakini berperan penting dalam membentuk perilaku dan kinerja perawat, hasil penelitian empiris menunjukkan temuan yang belum konsisten, khususnya pada konteks rumah sakit swasta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja terhadap kinerja perawat di RS Siloam Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 110 perawat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear dummy yang didahului dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p 0,05). Uji parsial juga menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,034 mengindikasikan bahwa model penelitian hanya mampu menjelaskan 3,4% variasi kinerja perawat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat di RS Siloam Manado relatif stabil dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, maupun motivasi kerja. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kuatnya penerapan standar operasional prosedur dan sistem kerja yang terstandarisasi, sehingga variasi faktor internal organisasi tidak berdampak nyata terhadap kinerja yang terukur. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Kinerja Perawat, Motivasi Kerja.
Analysis of the Effect of Speech Therapy Services on Post-Stroke Patients' Quality of Life Through the Role of Family in Medical Rehabilitation Zulva Rahma Laili; Joko Prasetyo; Agusta Dian Ellina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6093

Abstract

Stroke is a neurological condition that often leads to brain dysfunction, resulting in paralysis, speech impairments, and a significant decline in patients' quality of life. Speech therapy is one of the critical rehabilitation methods to restore communication abilities in post-stroke patients, which subsequently improves their quality of life. Furthermore, family support plays a vital role in the success of rehabilitation, contributing emotionally, socially, and instrumentally. This study aims to analyze the effect of speech therapy services on the quality of life of post-stroke patients, with family involvement as a mediating variable. A quantitative research method with a cross-sectional design was employed. A total of 100 post-stroke patients undergoing medical rehabilitation were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires. This study confirms the validity and reliability of the measurement scale, with all variables meeting convergent validity and composite reliability criteria. The data analyzed using path analysis to evaluate direct and indirect relationships between variables. The results revealed that speech therapy services significantly and positively impact patients' quality of life (p < 0.05). Family involvement was also found to have a significant impact, both directly on patients' quality of life and as a mediator that enhances the effectiveness of speech therapy services. The study concludes that optimal speech therapy services, combined with active family involvement, can significantly improve the quality of life of post-stroke patients. This study recommends increasing the number of speech therapists and actively involving families in rehabilitation programs for stroke patients at Ngudi Waluyo General Hospital.
Pemberdayaan Lansia Melalui Edukasi Self-Management dan Latihan Mandiri pada Osteoartritis Lutut di Posyandu Lansia Joko Prasetyo; Dwi Purwantini
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/y3s02j67

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis bersifat kronis dan memerlukan manajemen jangka panjang, intervensi yang meningkatkan kemampuan mandiri (self-management) dan mempertahankan kepatuhan pada latihan akan menurunkan beban fungsional dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Fokus pengabdian masyarakat ini diarahkan pada pemberdayaan lansia melalui edukasi self-management dan Latihan mandiri osteoartritis lutut yang mudah dipahami, aplikatif, dan aman sehingga dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan di rumah. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan melalui edukasi self-management dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui edukasi penyuluhan, tanya jawab, dan demonstrasi latihan OA lutut serta pemberian leaflet kepada lansia dan kader lansia Posyandu Dewi Sartika RW IX Kelurahan Pakis Surabaya. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan lansia Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang osteoarthritis lutut setelah pemberian intervensi edukasi Pendidikan Kesehatan. Peningkatan pengetahuan ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan lansia tentang OA lutut. dan prinsip self-management. Peningkatan pengetahuan ini merupakan fondasi penting dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan dan kemandirian lansia dalam mengelola OA lutut.
Analysis of factors affecting nurses' readiness to handle emergency cases João Cristovão Neto Mok Ornai; Joko Prasetyo; Reni Yuli Astutik; Francisco Borges; Claudino Ximenes; Horacio Sarmento Da Costa
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Number 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i2.2315

Abstract

Background: Emergency situations require nurses to be well prepared to provide rapid and effective life-saving interventions. Purpose: To analyze factors influencing nurses’ readiness in managing emergency cases at Hospital Regional Eduardo Ximenes (HoREX), Baucau, Timor Leste. Method: A quantitative descriptive-analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 84 nurses selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate, bivariate (Spearman rank), and multivariate (multiple linear regression) analyses. Result: The results showed that knowledge, attitude, training, experience, and availability of Basic Life Support (BLS) equipment were significantly associated with nurses' readiness (p < 0.05). Multivariate analysis revealed that knowledge was the most dominant factor influencing nurses' readiness, followed by attitude, availability of BLS equipment, training, and experience. These variables collectively explained 85.1% of the variance in nurses' readiness. Conclusion: The study concludes that improving nurses' knowledge through continuous education and regular emergency training is essential to enhance readiness in handling emergency cases. Strengthening institutional support for training programs and ensuring adequate emergency equipment are strongly recommended to improve the quality of emergency nursing care.
Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan Kepala Ruangan, Dan Kepatuhan Penggunaan Early Warning Score Terhadap Deteksi Dini Perburukan Klinis Pasien Medikal Bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari Priska Delima Saputri; Joko Prasetyo; Prima Dewi Kusumawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61634

Abstract

Perburukan klinis pada pasien medikal bedah merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas di rumah sakit. Penerapan Early Warning Score (EWS) sebagai sistem deteksi dini sangat dipengaruhi oleh faktor organisasi, kepemimpinan, dan kepatuhan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan Early Warning Score terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien medikal bedah di Rumah Sakit Umum Mulyasari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas perawat yang bekerja di ruang perawatan medikal bedah dan dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi kepatuhan penggunaan EWS, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, kepemimpinan kepala ruangan, dan kepatuhan penggunaan EWS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap deteksi dini perburukan klinis pasien (p<0,05). Secara parsial, kepatuhan penggunaan EWS merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan dibandingkan budaya organisasi dan kepemimpinan kepala ruangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya keselamatan pasien, kepemimpinan yang efektif, serta peningkatan kepatuhan dalam penggunaan EWS dapat mengoptimalkan deteksi dini perburukan klinis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.