p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Siti Anisak
Prodi D III Kebidanan Bangkalan Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Case Report pada Primi Tua Sekunder Trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis Alya Wida Sabrina; Deasy Irawati; Rodiyatun; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2469

Abstract

Primi tua sekunder dengan jarak kehamilan ≥10 tahun merupakan kehamilan risiko tinggi karena penurunan elastisitas organ reproduksi yang menyerupai kehamilan pertama kembali. Kondisi ini dapat diperberat oleh Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) ≤23,5 cm. Di Jawa Timur, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 19,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu hamil primi tua sekunder trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis, Bangkalan, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode single case report pada Ny. S G2P1A0 usia kehamilan 23–24 minggu dengan LiLA 22 cm dan jarak kehamilan 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui tiga kali kunjungan pada Juni 2026. Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis KEK dan kehamilan risiko tinggi (skor KSPR 6). Intervensi meliputi pemberian PMT lokal, edukasi gizi tinggi energi dan protein, aktivitas fisik ringan, konsumsi tablet Fe dan kalsium, serta ANC teratur. Pada kunjungan kedua ibu mengalami batuk akibat paparan asap rokok yang ditatalaksana melalui edukasi etika batuk, modifikasi penyajian PMT, dan anjuran lingkungan bebas asap rokok. Evaluasi kunjungan ketiga menunjukkan batuk berkurang, berat badan meningkat dari 41 kg menjadi 43 kg, IMT meningkat menjadi 19,8 kg/m², TFU sesuai usia kehamilan, tekanan darah 106/78 mmHg, kadar Hb 11,4 g/dL, serta albumin dan reduksi urin negatif. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dan kolaboratif melalui PMT lokal serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) efektif memperbaiki status gizi ibu, mengatasi keluhan penyerta, dan mencegah komplikasi pada kehamilan primi tua sekunder.
Case Report pada Primigravida Trimester III dengan KEK di PMB “M” Jaddih Risma Ayu Wulandari; Anis Nur Laili; Sri Wayanti; Siti Anisak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2474

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 16,9%. Di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 prevalensinya sebesar 9,2%, sedangkan di Kabupaten Bangkalan sebesar 3,25%. KEK meningkatkan risiko anemia, persalinan prematur, perdarahan, bayi berat lahir rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan janin, hingga mortalitas perinatal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada primigravida trimester III dengan KEK di PMB "M" Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Penelitian menggunakan desain case report dengan subjek tunggal seorang primigravida trimester III yang mengalami KEK. Asuhan diberikan secara komprehensif menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang menggunakan media Isi Piringku, pemberian PMT lokal, anjuran konsumsi tablet Fe, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta latihan knee chest. Hasil menunjukkan berat badan ibu meningkat dari 48,50 kg menjadi 49,25 kg dan kadar hemoglobin meningkat dari 10,1 g/dL menjadi 12,6 g/dL sehingga anemia ringan berhasil diatasi. Namun, status KEK masih menetap dengan LiLA 21 cm dan posisi janin berubah dari presentasi bokong menjadi letak oblik yang masih merupakan presentasi abnormal. Asuhan kebidanan memberikan dampak positif terhadap perbaikan status kesehatan ibu, namun pemantauan antenatal dan intervensi lanjutan tetap diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.