Wahyu Eko Sulistiono
Teknik Informatika Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN REQUIREMENT CHANGE MANAGEMENT PROCESS DAN FUNCTION POINT ANALYSIS PADA BACKEND SISTEM MANAJEMEN PROYEK (STUDI KASUS PERUSAHAAN XYZ) Ahmad Rafaly Ahmad Rafaly; Wahyu Eko Sulistiono; Resty Anisa; Gigih Forda Nama
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.9515

Abstract

Abstrak. Perubahan kebutuhan perangkat lunak yang tidak dikelola dengan baik seringkali menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek. Untuk mengatasi masalah tersebut di perusahaan XYZ, penelitian ini mengembangkan backend Sistem Manajemen Proyek berbasis Laravel dengan menerapkan metode Requirement Change Management (RCM) dan Function Point Analysis (FPA). Pendekatan RCM digunakan untuk mendokumentasikan dan mengendalikan usulan perubahan, sementara FPA dimanfaatkan untuk mengukur kompleksitas serta memberikan estimasi waktu dan biaya di awal proyek. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh fungsi backend berjalan sempurna tanpa kesalahan. Selain itu, validasi estimasi pada dua proyek riil (Sistem X dan Y) membuktikan bahwa implementasi FPA pada sistem mampu menghasilkan tingkat akurasi estimasi rata-rata sebesar 89% untuk biaya dan 84% untuk waktu. Abstract. Poorly managed software requirements changes often lead to project delays and cost overruns. To solve these issues at XYZ Company, this study developed a Laravel-based Project Management System backend by implementing the Requirement Change Management (RCM) and Function Point Analysis (FPA) methods. The RCM approach was used to document and control proposed changes, while FPA was utilized to measure complexity and provide time and cost estimates at the beginning of the project.The functional testing results showed that all backend functions ran perfectly without errors. In addition, estimation validation on two real projects (System X and Y) proved that the implementation of FPA in the system was able to produce an average estimation accuracy rate of 89% for cost and 84% for time.
PENGEMBANGAN ARSITEKTUR BACKEND WEB-GIS UNTUK ANALISIS SPASIAL KERAWANAN TUBERKULOSIS DI PROVINSI LAMPUNG DENGAN PENDEKATAN AGILE Mahendra Pratama; Muhammad Dzikri Rofa; Gigih Forda Nama; Wahyu Eko Sulistiono
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.10911

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan permasalahan kesehatan global, dengan Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan beban kasus tertinggi di dunia. Di Provinsi Lampung, pengendalian TBC menghadapi tantangan distribusi kasus yang tidak merata dan sistem pemantauan yang belum mampu menyajikan pemetaan tingkat kerawanan wilayah. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan arsitektur backend Sistem Informasi Tuberkulosis berbasis Web-GIS untuk memetakan tingkat kerawanan berdasarkan parameter epidemiologi, sosiodemografi, dan lingkungan. Pengembangan sistem menggunakan metode Agile Development dengan kerangka kerja Scrum. Backend dibangun menggunakan Laravel dan MySQL serta menyediakan layanan Representational State Transfer (REST) API. Validasi dilakukan melalui Black Box Testing, sedangkan pengujian kinerja menggunakan K6. Hasil pengujian menunjukkan seluruh endpoint API berfungsi dengan tingkat keberhasilan 100%, serta server mampu mempertahankan waktu respons yang rendah hingga beban 300 pengguna virtual secara simultan. Arsitektur Web-GIS yang dihasilkan mampu menyajikan pemetaan interaktif sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam mitigasi risiko TBC di tingkat daerah.