Siti Zahrotunisa
Program Studi Sains Informasi Geografi, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAHAN TERHADAP ELEMEN IKLIM MIKRO DI SURAKARTA MENGGUNAKAN CITRA PENGINDERAAN JAUH MULTITEMPORAL Zahrotunisa, Siti; Jatmiko, Retnadi Heru; Widyatmanti, Wirastuti
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-1.952

Abstract

Perubahan penutup lahan seperti ekspansi lahan terbangun berpotensi untuk mengalami peningkatan suhu permukaan lahan dan perubahan elemen iklim mikro yang menyebabkan penurunan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan data penginderaan jauh untuk memperoleh paramater penutup lahan dan suhu permukaan lahan serta mengkaji pengaruh suhu permukaan lahan terhadap elemen iklim mikro (suhu udara, kelembapan udara relatif, dan kecepatan angin). Data penginderaan jauh yang digunakan adalah citra Landsat-8 OLI/TIRS, Aqua MODIS perekaman tanggal 19 Juli 2013 dan 23 Juni 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi Maximum Likelihood, Split Windows Algorithm (SWA), Inverse Distance Weighted (IDW), dan pengukuran di lapangan. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment, regresi, Confusion Matrix, dan RMS Difference. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, data penginderaan jauh dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang akurat untuk penutup lahan dengan akurasi 92% serta suhu permukaan lahan dengan dengan nilai RMS 5,8°C dan 4,8°C. Suhu permukaan lahan dengan suhu udara dan kelembapan udara tahun 2015 memiliki hubungan yang kuat dan siginifkan, sementara dengan kecepatan angin memiliki hubungan yang rendah dan tidak signifikan. Selain itu, hubungan pada tahun 2013 lebih rendah dibandingkan tahun 2015.Kata kunci: penutup lahan, suhu permukaan lahan, Split Windows Algorithm, elemen iklim mikro
COMPARISON OF SPLIT WINDOWS ALGORITHM AND PLANCK METHODS FOR SURFACE TEMPERATURE ESTIMATION BASED ON REMOTE SENSING DATA IN SEMARANG Siti Zahrotunisa; Projo Danoedoro; Sanjiwana Arjasakusuma
JURNAL GEOGRAFI Vol 14, No 1 (2022): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v14i1.24603

Abstract

Surface temperature is one of the parameters in land–surface physical processes and is applied to global warming, climate change, and cycle hydrology. Two thermal bands in Landsat 8 imagery can be used as input for surface temperature extraction using the Split Windows Algorithm (SWA) and Planck method. This study aims to compare surface temperature estimates using the SWA and Planck methods and determine the surface temperature distribution based on the condition of land cover and its changes. The remote sensing data used are Landsat-8 OLI/TIRS Aqua MODIS images on August 27, 2013, and October 1, 2020. The results showed that Landsat 8 could obtain land cover information with an accuracy of 90% in 2013 and 91% in 2020. Planck surface temperature in 2013 was 1-3°C higher than SWA, while in 2020, Planck was 0.001-0.05°C lower than SWA but had similar distribution and pattern. The vegetation in the study area's central and south sides has a lower surface temperature than the built-up area on the north side. Land cover changes from non-built up to build-up area cause surface temperatures to increase. Each land cover has a different emissivity value and affects the surface temperature value, i.e., the lower the emissivity, the higher the surface temperature. The emissivity with surface temperature has a pearson correlation value ≥-0.8**.Keywords: Surface Temperature, Split Windows Algorithm, Planck
Prediksi Spasial Perkembangan Lahan Terbangun Melalui Pemanfaatan Citra Landsat Multitemporal di Kota Bogor Siti Zahrotunisa
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v2i1.88

Abstract

Proses ekspansi lahan terbangun tanpa kontrol sering berimbas pada hilangnya lahan-lahan yang memiliki fungsi ekologis dan kemudian berdampak pada munculnya masalah lingkungan. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak buruk dari perkembangan lahan terbangun adalah memonitor dan memprediksi perkembangannya, sehingga dapat dicarikan solusi sebelum dampak buruk tersebut terjadi. Kota bogor merupakan salah satu daerah yang mengalami ekspansi lahan terbangun daru waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perkembangan lahan terbangun di Kota Bogor dan sekitarnya dengan memanfaatkan variabel- variabel yang mempengaruhi perkembangan kota. Data penginderaan jauh multitemporal memiliki keunggulan untuk keperluan monitoring yang lebih efektif dibandingkan dengan pengamatan langsung di lapangan. Data yang digunakan adalah citra Landsat multi temporal yaitu Landsat 8 OLI/TIRS perekaman 17 Agustus 2016 dan Landsat 7ETM+ perekaman 22 Oktober 2002. Pemodelan yang digunakan adalah Landuse Change Modeler pada perangkat lunak IDRISI. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, cubic trend menunjukkan arah perkembangan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun yaitu ke arah selatan, dari tahun 2002 hingga 2016 lahan terbangun terus meningkat sedangkan lahan non terbangun terus berkurang, variabel yang paling berpengaruh dalam perkembangan lahan terbangun adalah jalan non utama, dan hasil prediksi pada tahun 2031 Kota Bogor dan sekitarnya mengalami peningkatan lahan terbangun yang pesat dibandingkan tahun 2016 kerarah selatan dan tenggaran dengan peluang perubahan lahan non terbangun menjadi terbangun sebesar 0.3241.
Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Citra Planet Di Kecamatan Sewon, Bantul Zahrotunisa, Siti; Hidayatullah, Faqih; Widayani, Prima; Chusni, Muhammad Minan
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v6i1.5058

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah ruang terbuka bervegetasi dengan fungsi yang beragam. Namun, seiring berkembangnya lahan terbangun menyebabkan keberadaan RTH semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi informasi RTH yang diperoleh dari interpretasi visual citra Planet di Kecamatan Sewon, mengetahui ketersediaan RTH berdasarkan kepemilikan, dan mengetahui ketersediaan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah citra Planet sedangkan data sekunder berupa jumlah penduduk, jumlah kendaraan, dan jumlah hewan ternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi visual pada citra Planet, metode Gerarkis, dan Confusion Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Planet dapat digunakan untuk memperoleh informasi RTH dengan akurasi 87.1%. RTH di Kecamatan Sewon berdasarkan status kepemilikan publik sebesar 11.11% dan privat 25.47% sehingga perlu dilakukan penambahan RTH publik. Selain itu, kebutuhan RTH berdasarkan metode Gerarkis menunjukkan bahwa oksigen sudah terpenuhi. Pemetaan RTH menggunakan citra Planet dapat dijadikan sebagai data masukan dalam perumusan kebijakan lingkungan dan perencana kota, yaitu merancang tata ruang yang berkelanjutan serta memperhitungkan keberadaan dan kebutuhan RTH di masa depan.
Prediksi Spasial Perkembangan Lahan Terbangun Melalui Pemanfaatan Citra Landsat Multitemporal di Kota Bogor Zahrotunisa, Siti
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v2i1.88

Abstract

Proses ekspansi lahan terbangun tanpa kontrol sering berimbas pada hilangnya lahan-lahan yang memiliki fungsi ekologis dan kemudian berdampak pada munculnya masalah lingkungan. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak buruk dari perkembangan lahan terbangun adalah memonitor dan memprediksi perkembangannya, sehingga dapat dicarikan solusi sebelum dampak buruk tersebut terjadi. Kota bogor merupakan salah satu daerah yang mengalami ekspansi lahan terbangun daru waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perkembangan lahan terbangun di Kota Bogor dan sekitarnya dengan memanfaatkan variabel- variabel yang mempengaruhi perkembangan kota. Data penginderaan jauh multitemporal memiliki keunggulan untuk keperluan monitoring yang lebih efektif dibandingkan dengan pengamatan langsung di lapangan. Data yang digunakan adalah citra Landsat multi temporal yaitu Landsat 8 OLI/TIRS perekaman 17 Agustus 2016 dan Landsat 7ETM+ perekaman 22 Oktober 2002. Pemodelan yang digunakan adalah Landuse Change Modeler pada perangkat lunak IDRISI. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, cubic trend menunjukkan arah perkembangan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun yaitu ke arah selatan, dari tahun 2002 hingga 2016 lahan terbangun terus meningkat sedangkan lahan non terbangun terus berkurang, variabel yang paling berpengaruh dalam perkembangan lahan terbangun adalah jalan non utama, dan hasil prediksi pada tahun 2031 Kota Bogor dan sekitarnya mengalami peningkatan lahan terbangun yang pesat dibandingkan tahun 2016 kerarah selatan dan tenggaran dengan peluang perubahan lahan non terbangun menjadi terbangun sebesar 0.3241.
Geovisualisasi Kawasan Cagar Budaya Banten Lama Menggunakan Open Mapping Software Mohammad Fikri Irvansyah; Lili Somantri; Siti Zahrotunisa
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v11i1.183-201

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Banten Lama merupakan destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten. Namun, peta wisata yang tersedia belum mengalami pemutakhiran data sejak tahun 2016. Selain itu, penelitian terdahulu masih menggunakan skala tingkat Kota Serang, sehingga detail objek cagar budaya tidak terpetakan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan merancang peta wisata alternatif melalui geovisualisasi. Metode yang digunakan adalah cartographic design untuk menghasilkan peta yang menyajikan informasi spasial secara interaktif. Penelitian ini menghasilkan dua produk kartografi: peta lipat dan story maps interaktif. Peta lipat memuat sebaran situs dan narasi sejarah yang dilengkapi kode QR, sementara peta interaktif menyajikan lokasi, narasi, serta rute wisata sejarah. Berdasarkan evaluasi, sebanyak 93,68% responden menyatakan produk ini sangat layak sebagai alat navigasi dan panduan wisata. Disimpulkan bahwa geovisualisasi Banten Lama tidak hanya menyajikan gambaran spasial, tetapi juga membangun komunikasi melalui pemaknaan kisah situs cagar budaya. ABSTRACT The Old Banten Cultural Heritage Area is a premier tourist destination in Banten Province. However, available tourism maps have not been updated since 2016. Furthermore, previous studies utilized a city-scale mapping of Serang City, resulting in a lack of comprehensive detail for specific heritage objects. This research aims to design an alternative tourism map by applying geovisualization. The method employs cartographic design to produce maps that present spatial information interactively. This study yields two cartographic products: a folding map and interactive story maps. The folding map contains the distribution of heritage sites and historical narratives integrated with QR codes, while the interactive map features locations, narratives, and historical tour routes. Based on evaluation results, 93.68% of respondents declared the products highly feasible as navigation tools and travel guides. It is concluded that geovisualization of Banten Lama presents spatial representations while fostering communication through the meaningful interpretation of heritage site narratives.