Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Sistem Perangkap Feromon (Ferotrap) Terhadap Tangkapan Kumbang Tanduk Dita Audy Lestari; Resti Fevria; Wilna Sari; Santi Diana Putri
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i3.1639

Abstract

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan hama utama kelapa sawit Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di lahan replanting dengan potensi serangan awal mencapai 40 sampai 50 persen. Pengendalian berbasis perangkap feromon (ferotrap) telah diterapkan, namun kerapatan dan desain perangkap optimal belum terdokumentasi secara ilmiah di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas tiga sistem ferotrap yaitu kerapatan tinggi F1, kerapatan rendah F2, dan modifikasi jaring F3 dalam menangkap O. rhinoceros L. pada kelapa sawit TBM di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan desain non eksperimental observasional komparatif selama 12 minggu (Januari sampai Maret 2026) karena ketiga sistem perangkap merupakan kebijakan operasional perusahaan yang telah berjalan tanpa randomisasi peneliti, dengan unit analisis rata-rata tangkapan per perangkap per minggu. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD (IBM SPSS Statistics). Intensitas serangan diamati tiga kali dengan metode diagonal silang pada 100 pohon sampel per periode. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antar ketiga sistem (F = 14,77 dan p < 0,001). Sistem F1 mencatatkan total tangkapan kumulatif tertinggi sebesar 648 ekor (2,98 ± 0,90 ekor per perangkap per minggu), F3 sebesar 356 ekor (1,69 ± 0,59), dan F2 sebesar 215 ekor namun dengan efisiensi per perangkap tertinggi (3,58 ± 1,06). Total keseluruhan tangkapan ketiga sistem mencapai 1.219 ekor. F3 berbeda nyata lebih rendah dari F1 (p = 0,003) maupun F2 (p < 0,001), sementara F1 dan F2 berada dalam kelompok homogen yang sama (p = 0,225). Kumbang betina mendominasi tangkapan di seluruh sistem (61,9 sampai 65,5 persen). Intensitas serangan menurun dari 2,0 persen (Januari) menjadi 0,6 persen (Maret 2026), seluruhnya kategori ringan. Disimpulkan bahwa F1 paling efektif untuk pengendalian populasi secara menyeluruh, sementara F2 merupakan alternatif efisien secara operasional. Modifikasi jaring pada F3 tidak direkomendasikan pada konfigurasi yang diuji. Ferotrap kerapatan tinggi disarankan sebagai komponen utama Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada 2 sampai 3 tahun pertama TBM di lahan replanting.