Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERDASARKAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI BENDA YANG ELASTIS DI SEKOLAH DASAR Putri Tri Wijayanti; Alfiani Mawaddah; Neni Hermita; Rifqa Gusmida Syahrun Barokah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.18801

Abstract

Artikel ini membahas implementasi media pembelajaran berbasis pemecahan kasus dalam pembelajaran materi benda yang elastis di sekolah dasar. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep elastisitas benda melalui keterlibatan aktif dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang dirancang dengan skenario kasus nyata mampu meningkatkan minat belajar, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual siswa. Pendekatan ini juga membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan bermakna. Disarankan agar model ini diterapkan lebih luas dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dasar.
ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI PERGURUAN TINGGI Alfiani Mawaddah; Mutiara Putri; Putri Tri Wijayanti; Intan Putri Kamilah; Jesi Alexander Alim
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.18852

Abstract

Kemampuan berpikir kritis keterampilan menjadi esensial dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi, karena berperan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan pengaruh kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal matematika di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di Provinsi Riau. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengukur hubungan antara tingkat berpikir kritis dan prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih mudah memahami soal yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari dibandingkan soal yang bersifat abstrak. Selain itu, soal dengan tingkat kesulitan tinggi lebih efektif dalam membedakan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti problem forming dan diskusi berbasis kasus, serta evaluasi yang lebih variatif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika.