Suja’i Sarifandi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Tutur Perempuan dalam Al-Qur’an: Makna Takhda‘na bi Al-Qauli dalam QS. Al-Ahzab:32 Perspektif Kariman Hamzah Fitri Jayanto; Suja’i Sarifandi; Laila Sari Masyhur
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i2.1319

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna takhda‘na bi al-qauli dalam QS. al-Ahzab ayat 32 melalui analisis tafsir Kariman Hamzah serta implikasinya terhadap etika komunikasi perempuan dalam konteks sosial kontemporer. Ayat tersebut selama ini sering dipahami secara normatif sebagai larangan bagi perempuan untuk melembutkan suara, khususnya dalam relasi lintas gender. Penafsiran tekstual semacam ini berpotensi menimbulkan bias gender dan membatasi peran perempuan di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takhda‘na bi al-qauli tidak dimaknai sebagai pembatasan suara atau partisipasi perempuan, melainkan sebagai peringatan etis terhadap gaya komunikasi yang manipulatif, sugestif, atau mengeksploitasi daya tarik emosional dan sensual. Larangan tersebut bersifat moral dan kontekstual, ditujukan untuk menjaga martabat, tanggung jawab sosial, serta keadaban komunikasi, terutama dalam interaksi yang rawan penyalahgunaan relasi kuasa. Rekonstruksi makna ini menegaskan bahwa etika komunikasi perempuan tidak berfungsi sebagai instrumen pembatas, melainkan sebagai landasan moral yang memperkuat otoritas dan partisipasi perempuan dalam ruang publik, profesional, maupun media digital.
Respons M. Quraish Shihab Terhadap Ayat-Ayat Al-Qur'an Yang Diklaim Kontradiktif Oleh Syed Kamran Mirza Putri Dewi Sholihah; Hidayatullah Ismail; Suja’i Sarifandi
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 12 No. 1 (2026): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v12i1.10701

Abstract

Artikel ini membahas respons M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang diklaim kontradiktif oleh Syed Kamran Mirza. Permasalahan utama penelitian ini adalah bentuk kritik dan klaim kontradiksi yang diajukan Mirza serta bagaimana penafsiran M. Quraish Shihab menjawab klaim tersebut. Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan pola kritik Mirza dan menganalisis respons tafsir M. Quraish Shihab secara komprehensif. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik content analysis. Sumber data utama meliputi Al-Qur’an dan terjemahannya serta Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Kerangka teoritik yang digunakan adalah pendekatan tafsir linguistik, kontekstual, dan tematik sebagaimana diterapkan oleh M. Quraish Shihab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa klaim kontradiksi Mirza mencakup kontradiksi numerik penciptaan langit dan bumi dalam QS. Fussilat [41]: 9–12 dengan QS. Hud [11]: 7, kontradiksi ilmiah dalam kisah Ḏulqarnain pada QS. Al-Kahf [18]: 86 dan 90, serta kontradiksi tematik antara kebebasan beragama (QS. Al-Baqarah [2]: 256) dan ayat perang (QS. At-Taubah [9]: 5). M. Quraish Shihab menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar karena ayat-ayat tersebut dapat dipahami secara harmonis melalui analisis kebahasaan, pemaknaan majazi, serta konteks historis dan etis, sehingga tidak menunjukkan adanya kontradiksi internal dalam Al-Qur’an