Fathan Rizki Effendi
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gaya Bahasa dalam Kolom Asal-Usul Karya Mahbub Djunaidi: Kajian Stilistika : Style of Language in Mahbub Djunaidi's Column on the Origins of His Work: A Stylistic Study Fathan Rizki Effendi; Dilfam Aldisya Ervani; Yahya Nur Fadillah
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya bahasaMahbub Djunaidi dalam kolom Asal-Usul melalui kajianstilistika. Mahbub dikenal sebagai kolumnis yang memadukanhumor, satire, dan kritik sosial-politik dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, serta dekat dengan pembaca. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desaindeskriptif-analitik. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dalam antologi Asal-Usul: Catatan-Catatan Pilihan dianalisismenggunakan teknik identifikasi, klasifikasi, dan interpretasiberdasarkan teori stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMahbub konsisten menggunakan diksi populis yang akrabdengan bahasa rakyat, majas sindiran dan ironi sebagai saranakritik sosial, serta citraan visual yang kuat untuk memperkuatpesan moral. Struktur kalimat retoris berupa pertanyaanprovokatif juga sering digunakan untuk menggugah kesadaranpembaca tanpa bersifat menggurui. Humor berfungsi sebagaipintu masuk yang membuat tulisan lebih ringan, sedangkansatire mempertajam dimensi kritisnya. Dengan demikian, gayabahasa Mahbub bukan hanya mencerminkan estetika sastra, tetapi juga strategi komunikasi politik yang efektif pada masa Orde Baru. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajianstilistika di Indonesia dengan menegaskan bahwa teks jurnalistikdapat dianalisis layaknya karya sastra. Secara praktis, temuan ini menegaskan relevansi humor dan satire sebagai instrumenkomunikasi kritis dalam membangun kesadaran publik, baikdalam konteks historis maupun kontemporer.