Ahmad Muzayyin
RSUD IR. Soekarno Sukoharjo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Transeksi Spinal Komplet Mada Sukma Dytho; Valda Yulia Annisa'; Rusnaindah Ifta Firdausi; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kejadian trauma sumsum tulang belakang lengkap memiliki angka insidensi lebih tinggi pada laki-laki, dengan kejadian terbanyak pada usia 15-29 tahun dan diatas >50 tahun dengan angka kejadian diestimasikan 10,4-84 kasus per 1 juta penduduk pertahun. Trauma medula spinalis lengkap dapat memakan biaya 1,1 hingga 4,6 juta dolar per pasien selama masa hidupnya. Metode: Penulisan artikel dengan desain Literature Review sehingga memerlukan beberapa sumber database dan penggunaan kata kunci yang berkaitan yang nantinya akan ditelaah dan dirangkum. Hasil: medula spinalis merupakan struktur tubuler pada kolumna vertebralis yang merupakan kepanjangan dari batang otak dan berjalan hingga daerah lumbar. Transeksi spinal komplet merupakan hilangnya kemampuan mengirim impuls sensorik dan motorik secara lengkap dan permanen atau temporer melalui tingkatan sumsum tulang belakang yang terpengaruh karena kerusakan secara traumatis maupun non-traumatis. Pemeriksaan fisik neurologis sensorik maupun motorik berguna untuk menentukan tingkatan lesi. Tatalaksana pada kasus ini yang dimulai dari stabilisasi pasien hingga pemberian steroid berguna bagi pasien. Simpulan:transeksi spinal komplet memerlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik maupun penunjang guna menentukan diagnosis serta tingkat keparahan, penanganan segera diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serta meningkatkan prognosis dari pasien.
Pria Usia 64 Tahun dengan Parese Sinistra N.VII Dan N.XII dengan Hemiparese Sinistra Et Causa Stroke Alessandro Melanio Putra Pratama; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsional otak mendadak penyebab mortalitas tinggi. Menurut Riset Kesehatan Dasar prevalensi stroke di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 10,9% dan mengalami kenaikan sebanyak 3,9% dalam lima tahun terakhir. Stroke menurut World Health Organization adalah sindrom klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal maupun global dengan gejala klinis yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Sebanyak 80% dari seluruh stroke merupakan stroke iskemik/ non hemoragik dan 20% stroke hemoragik. Stroke non hemoragik terjadi akibat penutupan aliran darah ke sebagian otak tertentu. Tujuan dari penulisan laporan adalah untuk mempelajari seputar kasus stroke non hemoragik. Metode yang dilakukan adalah melakukan anamnesis terhadap pasien lalu menggali lebih lanjut penyakit pasien dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada kasus ini, seorang pria berumur 64 tahun dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri disertai Hipertensi tanpa penurunan kesadaran, nyeri kepala, dan mual muntah. Hasil pemeriksaan fisik Compos Mentis dengan GCS E4V5M6, tekanan darah 158/105 mmHg, parese N.VII dan N.XII sinistra tipe UMN. Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras ditemukan gambaran infark di centrum semiovale dextra dan infark di corona radiata dextra. Untuk tatalaksana umum yang diberikan pada pasien ini seperti pemberian asupan cairan dan tatalaksana khusus dengan farmakologi seperti neuroprotektan dan antikoagulan.
Seorang Wanita 46 Tahun dengan Tension Type Headache (TTH): Laporan Kasus Khurrun Aini Nazila; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cephalgia adalah nyeri atau sakit sekitar kepala, termasuk nyeri di belakang bola mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang. Sakit kepala pada kenyataannya adalah gejala dan dapat menunjukkan penyakit organik, respon stres, vasodilatasi, tegangan otot rangka, atau kombinasi respon tersebut. Cephalgia dibagi menjadi primer dan sekunder dengan prevalensi Tension Type Headache (TTH) yang merupakan jenis cephalgia primer terbanyak di dunia, diperkirakan sekitar tiga milyar orang mengalami kelainan nyeri kepala, 1.89 milyar dengan TTH dan 1.04 milyar dengan migraine. Tension Type Headache (TTH) adalah nyeri kepala yang disebabkan oleh tegangnya otot pada wajah, leher atau kulit kepala. Pada kasus ini, seorang wanita 46 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala terus-menerus selama 1 tahun dan memberat sejak 3 hari, keluhan disertai mual. Pasien memiliki riwayat vertigo dan hipertensi terkontrol. Berbagai pilihan pengobatan yang tersedia untuk manajemen nyeri kepala primer, termasuk intervensi farmakologis dan non farmakologis. Pilihan pengobatan tergantung pada diagnosis pasien, morbiditas, tingkat kecacatan dan preferensi. Manajemen gaya hidup dapat membantu pasien dengan nyeri kepala episodik, seperti sebagai migrain atau nyeri kepala tipe tegang. Manajemen mencakupi identifikasi pemicu, mengoptimalkan tidur, olahraga teratur, reduksi stres dan menjamin keteraturan makan.
Seorang Laki-Laki Berusia 66 Tahun dengan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Rahardyan Surya Basusena; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan vertigo yang disebabkan oleh perubahan posisi kepala atau badan terhadap gaya gravitasi dan disertai gejala mual, muntah dan keringat dingin. BPPV merupakan gangguan yang terjadi di telinga dalam dengan gejala vertigo posisional yang terjadi secara berulang-ulang dengan tipikal nistagmus paroksimal. Pada tulisan ini membahas seorang laki-laki berusia 66 tahun dengan diagnosis Benign Paroxysmal Positional Position (BPPV). Pada awalnya, pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan pusing berputar serta memberat jika beraktivitas, dan disertai mual. Tidak ada riwayat Vertigo sebelumnya. Penatalaksanaan BPPV meliputi non farmakologis dan farmakologis. Penatalaksanaan yang sering digunakan adalah non farmakologis yang meliputi manuever seperti manuever Epley, manuever Semount, manuever Lempert, forced prolonged position and Brandt-Daroff Exercise.
Seorang Wanita 72 Tahun dengan Hernia Nukleus Pulposus Rikza Maya Hul Uyun; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hernia nukleus pulposus (HNP) adalah kelainan yang ditandai dengan perpindahan lokal diskus melampaui batas anatomi ruang intervertebralis yang menyebabkan nyeri, kelemahan atau mati rasa, dan atau kesemutan pada distribusi miotomal atau dermatomal. HNP menjadi penyebab paling umum terhadap tingginya angka kejadian masyarakat yang mengeluhkan nyeri punggung bagian bawah yang menjalar sampai ke tungkai bawah. Prevalensi Hernia Nukleus Pulposus 1-2% dari populasi dunia. Prevalensi umum Hernia Nukleus Pulposus dapat terjadi pada semua level vertebra mulai dari cervical hingga tulang belakang. Laporan kasus: Seorang perempuan berusia 72 tahun datang ke IGD dengan keluhan tidak bisa berjalan, disertai nyeri yang menjalar pada tungkai bawah dan lemah pada tungkai bawah. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya tes lasegue positif kiri, tes patrick positif kiri, tes kontra patrick positif kiri. Perawatan untuk pasien ini termasuk pemberian muscle relaxant. Kesimpulan: Kami telah melaporkan hernia nukleus pulpoasus dimana kami melakukan pemberian medikamentosa. Penatalaksanaan yang cepat dan tepat diperlukan untuk menghindari kesakitan dan komplikasi yang tidak diinginkan.