Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia) SEBAGAI TERAPI HERBAL UNTUK KANKER: STUDI LITERATUR Mada Sukma Dytho; EM Sutrisna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.612 KB)

Abstract

Latar belakang: Angka kematian karena kanker di dunia mencapaijutaan orang sedangkan kasus baru karena kanker mencapai belasan ribuorang, di Indonesia terdapat ratusan ribu pasien didiagnosis kanker, sehinggamenjadikan kanker penyakit nomor 2 penyebab kematian tertinggi di dunia.Pengobatan kanker memiliki efek samping yang beragam ditambah faktorekonomi yang membuat pasien kanker enggan untuk berobat. Sejak dahulu jatibelanda digunakan masyarakat untuk pengobatan berbagai penyakit, jatibelanda memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagaiobat beberapa penyakit dan fungsi lain pada kesehatan yang beragam.Tujuan: Mengetahui adanya potensi tanaman jati belanda sebagai terapikanker dan mengetahui metabolit yang berperan dalam kanker sertamekanismenya. Metode: Metode penelitian menggunakan studi systematicreview. Teknik pengambilan data melalui Pubmed, Google Scholar, Garuda,dan Sciencedirect. Telaah jurnal dilakukan pada 660 artikel ilmiah dandidapatkan 11 artikel yang sesuai kriteria restriksi yang meliputi desainpenelitian in vitro maupun in vivo, penggunaan bahan jati belanda secaralangsung, berbentuk ekstrak, fraksi, maupun isolat, menggunakan semuabahasa, dan menggunakan bahan uji sel biakan atau hewan uji. Hasil:Tanaman jati belanda memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker dan larva A.salina dengan bukti nilai IC50 dan LC50 yang rendah, hal ini disebabkan karenaadanya metabolit sekunder yang berperan dalam mekanisme apoptosis dansiklus sel.
Transeksi Spinal Komplet Mada Sukma Dytho; Valda Yulia Annisa'; Rusnaindah Ifta Firdausi; Ahmad Muzayyin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kejadian trauma sumsum tulang belakang lengkap memiliki angka insidensi lebih tinggi pada laki-laki, dengan kejadian terbanyak pada usia 15-29 tahun dan diatas >50 tahun dengan angka kejadian diestimasikan 10,4-84 kasus per 1 juta penduduk pertahun. Trauma medula spinalis lengkap dapat memakan biaya 1,1 hingga 4,6 juta dolar per pasien selama masa hidupnya. Metode: Penulisan artikel dengan desain Literature Review sehingga memerlukan beberapa sumber database dan penggunaan kata kunci yang berkaitan yang nantinya akan ditelaah dan dirangkum. Hasil: medula spinalis merupakan struktur tubuler pada kolumna vertebralis yang merupakan kepanjangan dari batang otak dan berjalan hingga daerah lumbar. Transeksi spinal komplet merupakan hilangnya kemampuan mengirim impuls sensorik dan motorik secara lengkap dan permanen atau temporer melalui tingkatan sumsum tulang belakang yang terpengaruh karena kerusakan secara traumatis maupun non-traumatis. Pemeriksaan fisik neurologis sensorik maupun motorik berguna untuk menentukan tingkatan lesi. Tatalaksana pada kasus ini yang dimulai dari stabilisasi pasien hingga pemberian steroid berguna bagi pasien. Simpulan:transeksi spinal komplet memerlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik maupun penunjang guna menentukan diagnosis serta tingkat keparahan, penanganan segera diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi serta meningkatkan prognosis dari pasien.
Hernia Reza Ika Meliani; Mada Sukma Dytho
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Data WHO tahun 2016 menunjukkan prevalensi hernia mencapai 350/1000 penduduk, Riset Kesehatan Daerah tahun 2017 menuturkan bahwa hernia merupakan penyakit urutan kedua setelah batu saluran kemih dengan kasus sebanyak 2.245. Hernia merupakan masalah kesehatan yang tidak bisa lepas sosial, banyak orang dengan hernia pergi kedukun untuk mencari pengobatan sebelum mereka pergi ke dokter, hal ini dikarenakan sebagaian besar masyarakat merasa malu karena memuluku hernia. Metode: desain literatur review dengan beberapa database yang dicari menggunakan katakunci “hernia”. Hasil: Hernia adalah penonjolan abnormal isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding yang bersangkutan.Penegakan diagnosis hernia berdasarkan anamnesis yang sangat mengarah adalah adanya benjolan yang muncul yang awalnya bersifat dapat keluar masuk, pemeriksaan fisik dengan palpasi dan beberapa Teknik pemeriksaan sederhana, serta pemeriksaan dengan pencitraan sangat menunjang diagnosis hernia. Tatalaksana bergantung dari keparahan penyakit dapat dilakukan dengan konservatif atau operasi. Simpulan: Komplikasi dari hernia paling berat adalah adanya nekrosis pada jaringan yang mengalami herniasi. Pendekatan diagnosis dapat dilakukan secara dini memberikan hasil dan prognosis yang lebih baik pada pasien hernia.