Titian Rakhma
RSUD dr. Sayidiman Magetan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Seorang Perempuan 80 Tahun dengan Cervical Root Syndrome Rizkiantika Zatri Sawitri; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical Root Syndrome adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh iritasi atau penekanan akar saraf servikal oleh penonjolan diskus invertebralis, gejalanya adalah nyeri leher yang menyebar ke bahu, lengan atas atau lengan bawah, parasthesia, dan kelemahan atau spasme otot. Nyeri radikuler serviks ditandai dengan nyeri leher menjalar ke sisi posterior lengan bawah, bahu dan kadang-kadang bisa mencapai ke tangan. Kondisi terbanyak pada kasus ini disebabkan oleh proses degeneratif dan herniasi dari diskus intervertebralis. Seorang wanita berusia 80 tahun mengeluhkan kesemutan pada lengan atas sampai tangan kanan yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu bersifat hilang timbul. Pasien dahulu bekerja sebagai penjual di pasar, namun sudah berhenti sejak 6 tahun yang lalu. Selama berjualan di pasar pasien sering mengangkat barang-barang yang berat. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan Tes Spurling dan tes distraksi kepala (+). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaaan fisik ditegakkan diagnosis dalam kasus ini yaitu cervical root syndrome. Pasien mendapatkan tatalaksana medikamentosa yaitu gabapentin 2x300mg, mecobalamin 2x500mg, meloxicam 2x7,5mg dan tatalaksana non medikamentosa yaitu SWD (Short Wave Diatermy), terapi ultrasound, dan terapi latihan. Kami tertarik membahas kasus ini karena laporan kasus tentang penegakan diagnosis cervical root syndrome di Indonesia belum banyak dibahas.
Seorang Perempuan 51 Tahun dengan Carpal Tunnel Syndrome: Laporan Kasus Wisnu Firmanurochim; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome.(CTS) ialah sesuatu sindrom yang mencuat dampak tertekannya nervus medianus dalam carpal tunnel (terowongan karpal) dipergelangan tangan. Pada biasanya CTS terjadidengan cara kronis sebab faktor mekanik serta faktor vaskuler. Untuk faktor mekanik ialah berbentukgerakan yang berulang, sebaliknya aspek vaskuler berbentuk titik tekanan berat yang kuat, lama, serta berkali- kali. Pada permasalahan ini kami melaporkan penderita wanita berumur 51 tahun tiba dengan keluhan ibu jemari, jemari telunjuk serta jemari tengah tangan kanan terasa kebas semenjak 2 bulan yang lalu. Rasa kebas dirasa hilang timbul serta dialami paling utama pada malam hari serta menurun apabila digerak- gerakkan. Kebas pada tangan dialami pada jemari tangan kanan saja. Dari pemeriksaan fisikdiperoleh kesadaran komposmentis, nadi 80x/menit.ireguler, laju respirasi 20x/menit serta temperatur 36,7C. Pada status generalis dalam batasan wajar, pada status lokalis diperoleh Gerakan abnormal pada ekstremitas superior+/-, ekstremitas inferior+/-, tonus otot thenar melemah+/-, phallen test+/-, tinnel test+/-. Pengobatan yang diserahkan penderita ini berupa Myores 2x1 tab, Tineuron 3x150mg, Lapibal 2x500mg serta penderita pula direncanakan melaksanakan latihan pelemasan atau relaksasi ± 5 hari sesudah onset keluhan.
Seorang Wanita 73 Tahun dengan Stroke Iskemik Melati Febriyanti; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf lokal atau global, yang muncul mendadak, progresif, dan cepat. Gangguan saraf tersebut menimbulkan gejala seperti kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, dan gangguan penglihatan. Stroke melibatkan onset mendadak defisit neurologis fokal yang berlangsung setidaknya 24 jam dan diduga berasal dari pembuluh darah. Stroke terdiri dari dua jenis utama yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah arteri ke otak tersumbat.Seorang wanita berusia 73 tahun mengeluhkan berbicara pelo. Awalnya pasien merasakan pusing berputar lalu secara tiba-tiba bicara menjadi pelo. Pasien juga mengeluhkan tangan dan kaki kanan menjadi berat dan terasa tebal. Hasil pemeriksaan neurologis didapatkan hasil peningkatan refleks triceps dan refleks biseps serta Siriraj Score -2.7 (non haemorrhagic). Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik ditegakkan diagnosis dalam kasus ini yaitu stroke iskemik. Pasien mendapatkan tatalaksana medikamentosa yaitu Clopidogrel 1x75mg dan tatalaksana non medikamentosa yaitu fisioterapi. Kami tertarik membahas kasus ini karena stroke sendiri merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di seluruh dunia dan penyakit yang rentang sekali terjadi pada lanjut usia.
Pengaruh Derajat Nyeri terhadap Gangguan Fungsi Kognitif pada Pasien Osteoarthritis Genu Kronik di RSUD Dr.Sayidiman Magetan Titian Rakhma; Hafinsa Noviayu Kovana; Indah Dwi Widyasari; Firdha Fasa Sabilla; Elisna Dwi Anggreni
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis merupakan kelainan sendi yang bersifat kronis yang disebabkan oleh ketidakstabilan proses degradasi dan sintesis kondrosit kartilago sendi, matriks ekstraseluler, dan tulang subkondral. Nyeri merupakan salah satu manifestasi klinis yang dirasakan oleh pasien dengan osteoarthritis. Nyeri yang dirasakan 3-6 bulan, dapat mempengaruhi sistem saraf terutama kognisi yaitu pemrosesan, pengambilan informasi, penyimpanan serta akuisisi. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh derajat nyeri terhadap fungsi kognitif pada pasien osteoarthritis genu kronik di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2022 di RSUD dr. Sayidiman Magetan. Besar sampel penelitian adalah 50 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling, dan sudah termasuk penambahan 10% untuk menghindari adanya drop out. Pengambilan data tingkat derajat nyeri menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Pengambilan data mengenai gangguan fungsi kognitif menggunakan kuesioner MOCA-InA. Analisis data dilakuakan dengan uji regresi linear dan hasil signifikan sebesar 0,05 bahwa terdapat pengaru yang signifikan antara pengaruh derajad nyeri terhadap gangguan fungsi kognitif.
Kelumpuhan Wajah Neuron Motorik Bawah (LMN) Et Causa Bell’s Palsy: Laporan Kasus Ayu Rizki Cahyati; Almanda Maulita Izhari; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bell’s palsy adalah kelumpuhan perifer yang paling umum dari nervus kranialis ketujuh dengan onset yang cepat dan unilateral. Insidensi Bell’s Palsy mencapai 15-20 kasus per-100.000 penduduk dengan 400.000 kasus baru per tahun. Patofisiologi yang mendasari Bell’s Palsy masih menjadi perdebatan. Etiologinya masih belum jelas. Diabetes, kehamilan, preeklamsia, obesitas, dan hipertensimerupakan factor resiko dari Bell’s Palsy. Lima penyebab hipotesis terjadinya Bell’s Pals, yaitu iskemik vaskuler, herediter, infkamasi, imunolgi dan infeksi yang disebabakan virus maupun bakteri. Penyebab virus lebih banyak diulas sebagai penyebeb penyakit ini. Lapran kasus seorang Wanita berusia 69 tahun datang dengan keluhan wajah merot sebelah kanan, mata kanan tidak dapat ditutup sempurna, dan lidah bagian kanan tidak dapat merasakan rasa asam, asin dan manis. Pada periksaan tanda vital danpemerksaan secara umum dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis inspeksi pada wajah didapatkan tinggi alis, sudut mulut dan otot dahi asimetris. Sudut mulut sebelah kanan lebih rendah dan sudut nasolabial lebih datar pada sisi sebelah kanan. Pada pemeriksaan N. Fasialis (VII) saat bergerak terlihat otot dahi sebelah kanan tertinggal, tinggi alis dan sudut mata sebelah kanan lebih rendah, sudut mulut lebih tertarik kesebelah kiri, dan sudut nasolabial lebih datar pada sisi sebelah kanan. Pada saat pasien memejamkan mata diperoleh mata sebelah kanan lebih lemah atau ditemukan Bell’s Phenomenon (+). Penatalaksanaan diberikan terapi medikamentosa dan non medikamentosa. Prognosis pasien ini adalah bonam.
Wanita 48 Tahun dengan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Laporan Kasus Intan Kusumasari; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan salah satu gangguan Neurologi. Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan gangguan vestibular dimana 17%-20% pasien mengeluh vertigo. Populasi umum prevalensi penderita BPPV yaitu antara 11 sampai 64 per 100.000 (prevalensi 2,4%). Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan gangguan yang terjadi di telinga dalam dengan gejala vertigo posisional yang terjadi secara berulang-ulang dengan tipikal nistagmus paroksimal. Penyakit ini dapat disebabkan baik oleh kanallitiasis ataupun kupulolitiasis dan secara teori dapat mengenai ketiga kanalis semisirkularis, walaupun sangat jarang terkena pada kanalis superior (anterior). Bentuk yang paling sering terjadi adalah bentuk kanal posterior, diikuti bentuk kanal lateral. Diagnosis BPPV dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang meliputi beberapa tes antara lain tes Dix-Hallpike, tes kalori, dan tes Supine Roll. Penatalaksanaan BPPV meliputi non-farmakologis, farmakologis dan operasi. Penatalaksanaan yang sering digunakan adalah non-farmakologis yang meliputi beberapa manuver seperti manuver Epley, manuver Semount, manuver Lempert, forced prolonged position dan Brandt-Daroff exercise.
Kelainan Vaskular Intrakranial pada Perempuan 49 Tahun dengan Suspek Dural Arteriovenosa Fistula (DAVF): Laporan Kasus Mira Fitria Rahmawati; Aulia Hanif; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dural Arteriovenosa Fistula (DAVF) adalah tipe langka dari malformasi vaskular pada intrakranial berupa shunt patologis yang terletak di dalam duramater, dan merupakan koneksi abnormal antara dural dengan vena leptomeningeal (bridging veins), yang berada di antara atau berbatasan dengan duramater. DAVF menyumbang 10% sampai 15% dari malformasi vaskular intrakranial tetapi lebih banyak di fossa posterior (35% dari lesi tersebut). DAVF biasanya ditemui pada orang dewasa paruh baya dengan rata-rata onset pada dekade keenam. Meskipun didominasi wanita, DAVF pada pria lebih cenderung menunjukkan gejala neurologis agresif dengan perdarahan. Manifestasi klinis tergantung lokasi anatomi dan pola drainase vena, gejala klinis dapat berupa injeksi konjungtival, oftalmoplegia, gangguan penglihatan, nyeri retroorbital, gangguan fungsi luhur dan demensia. Dalam kasus ini dilaporkan seorang perempuan 49 tahun yang datang ke Poli Saraf Rumah Sakit Daerah Sayidiman Magetan dengan keluhan kedua kaki berat disertai kebas serta gangguan dalam mengerti pembicaraan kemudian diduga SOL dan dicurigai sebagai AVF yang merupakan presentasi langka dari kelainan vaksular di otak. Kami membahas kasus langka ini beserta karakteristik, diagnosis, dan tata laksananya.
Seorang Perempuan 54 Tahun dengan Carpal Tunnel Syndrom Sinistra dan De Quervain Syndrome Wiza Sarlia Ruspita; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal tunnel syndrome adalah gangguan umum dengan gejala yang melibatkan nervus medianus. CTS lebih sering mengenai wanita daripada pria dengan usia berkisar 25–64 tahun. Hal ini dikarenakan perempuan memiliki terowongan karpal yang lebih kecil dibandingkan laki-laki. Sindrom De Quervain adalah suatu bentuk peradangan disertai nyeri dari selaput tendon yang berada di sarung sinovial yang menyelubungi otot extensor pollicis brevis dan otot abductor pollicis longus. Prevelensi tertinggi terjadi pada usia 30-55 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria, yaitu 8:1. Seorang wanita berusia 54 tahun mengeluhkan tangan kiri terasa kesemutan dan tebal terutama pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan pinggir jari keempat yang dirasakan sejak 3 tahun yang lalu, keluhan ini muncul secara terus menerus. Sejak 2 bulan yang lalu pasien juga mengeluhkan muncul benjolan pada pergelangan tangan yang muncul secara tiba-tiba disertai dengan rasa nyeri dan ditusuk-tusuk. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan phalen test, rheverse phalen test, tinel’s test, wrist extention test, flick’s sign, dan finkelstein test (+). Pasien mendapatkan tatalaksana medikamentosa yaitu Gabapentin 2x 300 mg, Metilprednisolon 2x4 mg, Na Diclofenac 2x50 mg dan Mecobalamin 2x500 mg. Kami tertarik membahas kasus ini karena banyaknya kasus nyeri tangan pada ibu rumah tangga.
Wanita Usia 63 Tahun dengan Bell’s Palsy: Laporan Kasus Wanda Mitra Nugraha; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bell's palsy merupakan kelemahan atau kelumpuhan saraf perifer wajah (nervus fasialis) yang terjadi secara akut, dan unilateral. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia 63 tahun datang dengan keluhan bibir mencong ke kanan sejak 4 hari yang lalu. Keluhan tersebut muncul secara tiba-tiba pada pagi hari setelah bangun tidur dan diketahui ketika pasien kesulitan untuk berkumur. Pasien juga mengeluhkan mata kiri tidak bisa menutup sempurna, sehingga terasa perih dan berair. Sisi wajah sebelah kiri terasa tebal, dan kaku. Pasien memiliki kebiasaan tidur di lantai dan menggunakan kipas angin yang langsung diarahkan ke wajah dengan volume kencang. Pada pemeriksaan Nervus Fasialis didapatakan asimetris pada pada saat pasien menutup mata, mengembungkan pipi, menyeringai, mengangkat alis, dan mengerutkan dahi, baik pada saat diam maupun bergerak. Ditemukan lagoftalmus sinistra (+) dan fenomena bell (+). Penatalaksanaan diberikan terapi prednisone tablet 5 mg 3x4 selama 7 hari, mecobalamin 3x500 mcg, artificial tears 3xgtt II os, dan lansoprazol 1x30 mg sebelum makan. Terapi non medikamentosa berupa elektrostimulasi, masase wajah dan mirror therapy. Prognosis pada pasien ini adalah dubia ad bonam.
Seorang Wanita 54 Tahun dengan Kebas dan Kesemutan di Kedua Tangan Amelia Sri Mulyani; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom terowongan karpal / Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median tertekan saat melintasi terowongan karpal. Faktor utama yang berkontribusi terhadap timbulnya CTS adalah peningkatan tekanan di dalam terowongan karpal. Tanda-tanda awal khas CTS meliputi nyeri, mati rasa, dan parestesia, yang memengaruhi 3 jari pertama dan separuh lateral jari keempat. Pada kasus ini, kami melaporkan perempuan berusia 54 tahun datang dengan keluhan jari kedua tangan terasa kebas dan kesemutan sejak setahun yang lalu. Keluhan dirasakan memberat, hilang timbul, terutama pada malam hari, dan berkurang bila digerak-gerakkan atau direndam dengan air hangat. Belakangan ini pasien tidak dapat menggenggam dan memegang benda terutama tangan kanan. Pekerjaan pasien merupakan seorang pencari rumput. Pemeriksaan fisik dan status generalis dalam batas normal. Pada status lokalis didapatkan atrofi otot tenar +/-, tonus otot thenar melemah +/-, Phalen Test +/+, Reverse Phalen Test +/+, Tinnel Test +/+, Durkan’s Test +/+, Flick Sign +/+, tes elevasi tangan +/+, Wasting Thenar Test +/-, Bottle Sign +/+. Pasien juga dilakukan pemeriksaan elektromiografi dengan hasil mengarah ke CTS, dan didiagnosis CTS. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah meloksikam 2x15mg, Mecobalamin 3x500mcg, gabapentin 1x300 mg, dan Methylprednisolone 2x4mg. Kasus ini menekankan pentingnya diagnosis, faktor risiko, dan pengobatan optimal pada CTS.