Titian Rakhma
RSUD dr. Sayidiman Magetan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Seorang Wanita 72 Tahun dengan Hemiparase Sinistra dan Disartria Lingual Tasya Rasyidah; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyakit kegawatdaruratan neurologi yang bersifat akut dan salah satu penyebab kecatatan dan kematian tertinggi dibeberapa dunia. Tanda-tanda klinis stroke terjadi secara cepat atau mendadak berupa defisit fokal (atau global) pada fungsi otak, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih tanpa penyebab yang lain selain penyebab vaskuler. Menurut American Heart Association, stroke menduduki peringkat ke-5 di antara semua penyebab kematian di Amerika Serikat, menyebabkan 150.005 kematian pada tahun 2019. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2018, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduudk pada tahun 2018. Pada laporan kasus ini didapatkan seorang wanita berumur 72 tahun dengan keluhan kelemahan pada tangan dan kaki kiri. Pasien juga mengeluh berbicara pelo dan suara tidak jelas. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes melitus sudah 5 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik yaitu kesadaran composmentis, Glasgow Coma Scale (GCS) E4V5M6, tekanan darah 145/87 mmHg, kekuatan otot lateralisasi sinistra. Pemeriksaan Computed Tomography (CT) Scan kepala tampak senile brain atrophy. Diagnosis Klinis : Hemiparase sinistra dengan hipertensi dan diabetes melitus. Pasien diberikan tatalaksana yaitu citicolin dan pracetam.
Seorang Wanita 52 Tahun dengan Carpal Tunnel Syndrome Bilateral Khonsa Afifah Husniyyah; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom terowongan karpal atau Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median tertekan saat melintasi terowongan karpal. Faktor utama yang berkontribusi terhadap timbulnya CTS adalah peningkatan tekanan di dalam terowongan karpal. Kami melaporkan perempuan berusia 52 tahun datang dengan keluhan jari kedua tangan terasa kebas dan kesemutan sejak setahun yang lalu. Tangan kebas dan kesemutan dirasakan pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Kebas dan kesemutan mulanya dirasakan saat malam hari seperti ditusuk jarum, kemudian saat ini dirasakan sepanjang waktu. Keluhan memberat pada saat malam hari hingga pasien terbangun dan ketika selesai melakukan aktivitas. Keluhan berkurang pada saat pasien mengibaskan tangan, mengistirahatkan tangan, dan merendamnya dengan air hangat. Saat ini pasien mengeluhkan tidak bisa menggenggam tas tenteng yang dibawanya terlalu lama. Pemeriksaan fisik dan status generalis dalam batas normal. Pada status lokalis didapatkan atrofi otot tenar -/+, tonus otot thenar melemah -/+, phalen test +/+, reverse phalen test +/+, tinel test +/+, durkan’s test +/+, flick sign +/+, bottle sign +/+. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah meloksikam 2x7.5 mg, gabapentin 2x300 mg, dan mecobalamin 2x500 mcg. Kasus ini membahas mengenai pemeriksaan yang menunjang diagnosis CTS.
Stroke Infark pada Wanita 65 Tahun Ai Sita Nurain; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke telah menjadi penyebab kematian tertinggi pada tahun 2012 menurut WHO country risk profile, yaitu sebanyak 21%. Data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2019 menunjukkan stroke sebagai penyebab kematian utama di Indonesia (19,42% dari total kematian). Berdasarkan hasil Riskesdas prevalensi stroke di Indonesia meningkat 56% dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Stroke adalah manifestasi klinis akut akibat disfungsi neurologis pada otak, medulla spinalis, dan retina baik sebagian atau menyeluruh yang menetap selama ≥24 jam atau menimbulkan kematian akibat gangguan pembuluh darah Kami melaporkan pasien di RSDS dr Sayidiman Magetan seorang Wanita 65 tahun dating dengan keluhan kejang sekitar 10 menit. Kejang seluruh tubuh dan pasien tidak sadar setelah kejang dan merasa anggota gerak bagian kanan lemas. Pasien memiliki Riwayat stroke tahun 2023 dengan kelemahan pada sebelha kiri. Dari pemerikasaan fisik neurologi didapatkan kekuatan kanan dan kiri pasien menurun, utuk ekstremitas kanan atas dan bawah 4+, dan untuk ekstremitas kiri 1 atas dan bawah, di temukan juga reflek fisiologi biceps dan triceps yang meningkat, tidak ditemukan refleks patologis. Untuk pemeriksaan CT Scan di dapatkan kesimpulan adanya infark akut di corona radiata kiri dan ensefalomalasia di lobus frontotempoparietal kanan dan korona radiata kanan. Pasien diidagnosis Reccurent Stroke dan diberikan tatalaksana stroke infark.