Ady Siswanto
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Selama Pandemi Covid-19 Ady Siswanto; Nida Faradisa; Nining Lestari; Sri Wahyu Basuki
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 merupakan penyakit yang sedang menyerang di indonesia dan seluruh dunia, tentunya memberikan banyak dampak negatif bagi masyarakat terutama untuk mahasiswa. Dampak negatif dari adanya penyakit ini dapat berupa aktivitas fisik yang terganggu dan mengalami stres. Menurut hasil penelitian bahwa stres yang dirasakan dan kurang olahraga berdampak negatif pada kualitas tidur selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menganalisis hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres terhadap kualitas tidur Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Desember 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Besar subjek penelitian adalah 81 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner IPAQ, DASS-42, dan PSQI. Data dianalisis bivariat menggunakan uji chi square. Analisis multivariat R=(67,4%) menggunakan uji regresi logistik. Aktivitas fisik menunjukkan nilai p = 0,040 (p<0,05) dimana nilai OR sebesar 2,431. Tingkatan stres menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) dimana nilai OR sebesar 3,634. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisk dan tingkat stres terhadap kualitas tidur, namun tingkat stres mempunyai kekuatan hubungan yang lebih besar terhadap kualitas tidur sebanyak 3,634 kali dibandingkan dengan aktivitas fisik buruk yang hanya 2,431kali.
Kistadenoma Ovarium Serosum pada Kehamilan: Temuan pada Wanita 31 Tahun G2P1A0, Hamil 36 Minggu Ady Siswanto; Heryu Ristianto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Massa adneksa ditemukan pada 0,2-2% kehamilan, mayoritas berasal dari ovarium, dan tumor epitelial merupakan neoplasia terbanyak. Sebagian besar pasien tidak menunjukkan gejala kecuali pada kista berukuran besar. Keluhan yang tidak spesifik dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis, dan meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Komplikasi tersering kista ovarium adalah torsio, di mana risikonya meningkat hingga 5 kali lipat pada kehamilan. Laporan Kasus : Wanita usia 31 tahun G2P1A0, hamil 36 minggu dirujuk dari puskesmas akibat benjolan pada perut kanan bawah yang ditemukan sejak trimester kedua. Hasil ultrasonografi pada trimester kedua menunjukkan gambaran kista ovarium dekstra. Pada pemeriksaan luar didapatkan TFU 30cm, posisi janin membujur, presentasi kepala belum masuk pintu atas panggul, punggung kanan teraba massa kistik di perut bawah kanan sebesar kepalan tangan orang dewasa. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan massa kistik unilokuler ovarium kanan diameter 10,89cm, dengan isi homogen dan dinding yang berbatas tegas. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar CA-125 42U/mL dan anemia ringan normositik hipokromik. Pada eksplorasi intraoperatif tidak terdapat adhesi kista dengan organ sekitar, tidak ada cairan bebas dan kista berhasil diangkat tanpa terjadi ruptur, berukuran 12x10x9cm. Pemeriksaan histopatologi kista menunjukkan gambaran kistadenoma ovarium serosum yang terdiferensiasi baik. Simpulan : Penegakan diagnosis massa adneksa pada kehamilan harus dilakukan secara tepat sejak dini untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin.