Viorent Firdausy Fitrian
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Laporan Kasus: PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia dengan Dextrocardia Viorent Firdausy Fitrian; Syahrun El Mubaraq; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan dapat dicegah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi, yang mana paparan asap rokok dalam jangka waktu lama merupakan salah satu penyebab terjadinya PPOK. Pasien PPOK lebih rentan untuk menjadi pneumonia berdasarkan karakteristik klinisnya seperti memiliki bronkitis kronis dengan produksi lendir yang persisten, dan adanya bakteri patogen potensial di saluran udara, adanya bakteri di saluran napas pada pasien PPOK yang stabil dan peningkatan jumlah selama eksaserbasi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan respon imun pejamu. Motilitas/imotilitas silia yang rusak pada syndrome Kartagener menjadi defek dasar penyebab akumulasi secret. Seorang laki-laki usia 73 tahun dilaporkan dengan keluhan sesak napas dalam 6 tahun terakhir disertai batuk dengan produksi lendir berlebih , dengan temuan Dextrocardia pada hasil X-Ray. Dimana Kartagener syndrome adalah penyakit langka yang salah satu manifestasinya adalah ditemukan dextrocardia sebagai situs invertus dalam ketiga triadnya, selain bronkiektasis dan sinusitits kronis. Disimpulkan pasien ini terdiagnosis PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia disertai tipe Dextrocardia situs invertus dan telah diberikan tatalaksana sesuai dengan klasifikasi tingkat keparahan scoring pneumonia CURB 65.
Kasus Disfungsi Tuba Eustachius Rekuren: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur Faktor Risiko pada Jenis Kelamin Wanita Syahrun El Mubaraq; Iwan Setiawan Adji; Yustika Nurani Wijaya; Farha Nabila Widoningrum; Viorent Firdausy Fitrian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuba eustachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring yang memiliki fungsi ventilasi, drainase, dan perlindungan pada telinga tengah. Disfungsi tuba ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi tersebut dan memicu penyakit yang lebih berat. Analisis rekam medis menunjukkan kecenderungan ETD lebih umum pada wanita. Sebagai ilustrasi, kami melaporkan kasus disfungsi tuba eustachius (ETD) yang terjadi berulang pada seorang wanita yang tidak merespon dengan baik pengobatan yang diberikan. Kemudian tinjauan literatur kami lakukan untuk menganalisis fenomena prevalensi ETD yang lebih tinggi pada wanita dan mencari faktor-faktor serta mekanisme yang mendasarinya. Penelusuran literatur dilakukan melalui database dan search engine Google Scholar serta PubMed menggunakan kata kunci "tuba eustachius, disfungsi tuba eustachius, prevalensi, insidensi, faktor risiko, dan wanita." Kami menemukan bahwa perbedaan anatomi antara jenis kelamin tidak signifikan sebagai faktor risiko ETD. Namun faktor hormonal khususnya hormon estrogen mungkin memainkan peran penting dalam kejadian ETD pada wanita, terutama selama kehamilan. Hormon estrogen cenderung menyebabkan edema dan retensi cairan yang memengaruhi mukosa tuba eustachius.