M Musdalifah
RSUD Kabupaten Karanganyar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Laporan Kasus: PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia dengan Dextrocardia Viorent Firdausy Fitrian; Syahrun El Mubaraq; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan dapat dicegah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi, yang mana paparan asap rokok dalam jangka waktu lama merupakan salah satu penyebab terjadinya PPOK. Pasien PPOK lebih rentan untuk menjadi pneumonia berdasarkan karakteristik klinisnya seperti memiliki bronkitis kronis dengan produksi lendir yang persisten, dan adanya bakteri patogen potensial di saluran udara, adanya bakteri di saluran napas pada pasien PPOK yang stabil dan peningkatan jumlah selama eksaserbasi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan respon imun pejamu. Motilitas/imotilitas silia yang rusak pada syndrome Kartagener menjadi defek dasar penyebab akumulasi secret. Seorang laki-laki usia 73 tahun dilaporkan dengan keluhan sesak napas dalam 6 tahun terakhir disertai batuk dengan produksi lendir berlebih , dengan temuan Dextrocardia pada hasil X-Ray. Dimana Kartagener syndrome adalah penyakit langka yang salah satu manifestasinya adalah ditemukan dextrocardia sebagai situs invertus dalam ketiga triadnya, selain bronkiektasis dan sinusitits kronis. Disimpulkan pasien ini terdiagnosis PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia disertai tipe Dextrocardia situs invertus dan telah diberikan tatalaksana sesuai dengan klasifikasi tingkat keparahan scoring pneumonia CURB 65.
Seorang Laki-Laki Usia 57 Tahun dengan Efusi Pleura Sinistra disertai Bronkopneumonia Laisa Khotik; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor penyakit paru dan pernafasan terus meningkat dan mempunyai aspek kesehatan masyarakat yang luas. Laporan kasus ini akan membahas seorang laki laki 57 tahun dengan penyakit paru efusi pleura dan bronkopneumonia. Pasien Bp. T usia 57 tahun datang ke poli paru RSUD Karanganyar pada tanggal 04 september 2023 dengan keluhan kontrol rutin disertai sesak, pusing, dan berjalan ngos-ngosan. Hasil pemeriksaan cairan pleura teridentifikasi menunjukkan sel-sel radang tersebar yang berupa limfosit dan leukosit PMN dan pada pemeriksaan foto thorax terdapat kesan cor tidak membesar, gambaran bronkopneumonia, efusi pleura kanan kiri. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Pasien Bronkopneumonia dengan PPOK Eksaserbasi Akut: Laporan Kasus Rinika Nusroh Iliya; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia merupakan suatu peradangan pada parenkim paru yang melibatkan bronkus maupun bronkiolus dengan adanya bercak. Eksaserbasi sering terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK merupakan salah satu komorbiditas paling umum pada pneumonia, terjadi pada 30% pasien yang memerlukan rawat inap, dan hingga 50% kasus dengan pneumonia berat yang memerlukan masuk ke Unit Perawatan Intensif (ICU). Keluhan utama pasien yaitu sesak nafas disertai batuk dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mulut tampak setengah terkatup mencucu, thorax memiliki bentuk barrel chest, inspeksi didapatkan ekspirasi yang memanjang, pelebaran sela iga dan penggunaan otot bantu, palpasi didapatkan vocal fremitus kanan kiri menurun, pada perkusi didapatkan hipersonor +/+ dan auskultasi didapatkan suara ronkhi -/-, vesicular +/+, wheezing +/+. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan adanya infiltrat di parahilar dan paracardial pulmo dextra, bentuk amorf, batas tak tegas. Pasien diberi terapi oksigen 5 lpm via nasal kanul, Nebu Combivent + Pulmicort /8 jam, infus Futrolit 20 tpm + Bicombin drip /24jam, injeksi Ceftriaxon 2gr/24 jam, injeksi Solvinex 1A/8jam, injeksi NAC 5000mg /24 jam, injeksi MethylPrednisolon 62.5 mg/12 jam, Injeksi Omeprazol /12 jam, Oral Azitromisin 500 mg 1x1, Digoxin 0,25 tab 1x1, Furosemid tab 40 mg 1x1 selama 9 hari. Pasien pulang di hari ke-9.
Seorang Laki-Laki dengan TB Paru terkonfirmasi Bakteriologis, Kasus Baru, Status HIV Negative, Bronkopneumonia, dan Efusi Pleura Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; M Musdalifah; Lorenza Eka Damayanti; Maulina Yulianti; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan penting di dunia. Tuberkulosis (TB) paru dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara. Penyakit ini sebagian besar menyerang parenkim paru (TB paru) namun bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk menginfeksi organ lain (TB ekstra paru). Laporan kasus ini akan membahas tentang seorang laki-laki usia 18 tahun dengan penyakit TB paru kasus baru disertai bronkopneumonia dan efusi pleura kanan kiri. Pasien datang ke poli paru RSUD Karanganyar pada tanggal 15 November 2023 dengan keluhan batuk disertai sesak, dan pusing. Hasil pemeriksaan TCM sputum didapatkan MTB detected low dan pemeriksaan foto thorax terdapat kesan cor tidak membesar, gambaran TB paru disertai bronkopneumonia, efusi pleura kanan kiri. Pasien tersebut didiagnosis TB Paru kasus baru dan mendapatkan terapi OAT Kategori 1. Pasien dirawat inap di RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.