Juono Prabowo
RSUD Kabupaten Karanganyar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Terapi Antibiotik pada Apendisitis Akut Noer Safita; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan suatu peradangan akibat terjadinya infeksi pada appendix vermiform. Kasus apendisitis lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita dengan insiden 8,6% dan 6,7%. Apendisitis dianggap sebagai penyakit progresif yang dimulai sebagai peradangan akut karena penyumbatan pada usus buntu yang bisa nekrosis dan perforasi, jika tidak segera ditangani, sehingga diperlukan diagnosis dan pengobatan yang cepat untuk mengurangi kejadian, morbiditas, dan biaya pada penyakit apendisitis. Pada kasus ini pasien perempuan 14 tahun, dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 1 minggu, disertai mual dan penurunan nafsu makan, sebelumnya memiliki riwayat nyeri perut bagian atas dan tengah Pemeriksaan fisik didapatkan demam, tanda-tanda vital yang lain dalam batas normal, nyeri tekan Mc burney , Rebound tenderness (+), Obturator sign (-), Psoas sign (+). Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin dan USG dengan terapi antibiotic. Gejala apendisitis biasanya dimulai dengan nyeri periumbilikal dan difus yang terlokalisasi di kuadran kanan bawah. dengan gejala gastrointestinal seperti anoreksia, mual, muntah akibat multiplikasi bakteri yang cepat di dalam apendiks. Pemeriksaan penunjang Apendisitis dapat dilakukan pemeriksaan darah rutin dan USG yang dapat meningkatkan akurasi diagnosis. Pada kasus ini dapat menggambarkan presentasi klinis pasien Apendisitis. Tatalaksana pasien ini diberikan antibiotik.
Hidropneumotoraks pada Laki-Laki 49 Tahun: Laporan Kasus Indra Nuroso; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidropneumotoraks merupakan salah satu kegawatdaruratan medis, dimana terdapat udara dan cairan berada di dalam rongga pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru. prevalensi hidropneumothorak belum ada pencatatan, namun kejadian pneumotoraks berkisar 2,4-17,8 per 100.000 penduduk per tahun. Standar kompetensi dokter Indonesia, lulusan dokter harus mampu mendiagnosis dan memberikan tatalaksana awal pada keadaan gawat darurat, kemudian menentukan rujukan untuk penanganan pasien selanjutnya. Pada kasus ini, seorang laki-laki 49 tahun datang ke Poli Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar dengan keluhan sesak sejak 2 minggu sebelumnya. Keluhan penyerta berupa batuk kronik dan nyeri dada. Pemeriksaan fisik didapatkan pergerakan dada yang asimetris, pelebaran di sela iga dan penggunaan otot bantu saat bernafas, vocal fremitus pada paru kiri lemah, terdapat retraksi dada, redup pada paru kiri setinggi sic 4 dan peralihan jantung di sic 2/3, serta adanya penurunan suara nafas paru kiri. Pemeriksaan penunjang radiologi didapatkan jantung yang sulit dinilai, adanya perselubungan homogen pada hemithorak kiri disertai air fluid level di dalamnya. Pasien didiagnosis hidropneumotoraks dan dilakukan tindakan operatif darurat yaitu Water Seal Drainage.
Ileus Obstruksi ET Causa Adhesi pada Laki-Laki 52 Tahun: Laporan Kasus Larasati Juninda Nurkhasanah Subroto; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ileus obstruktif atau disebut juga ileus mekanik merupakan gangguan patensi lumen usus akibat hambatan mekanis pada bagian distal usus, sehingga terjadi akumulasi isi usus pada bagian proksimal usus, hal tersebut mengakibatkan adanya akumulasi cairan dan gas pada usus dan menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal dan disfungsi mikrosirkulasi dinding usus. Ileus obstruktif merupakan kegawatan di bidang bedah digestive yang sering dilaporkan dengan 60 – 70% dari kejadian kasus abdomen akut.. Ileus Obstruksi paling banyak terjadi pada laki – laki yaitu 56,8% daripada perempuan, dengan usia terbanyak adalah 45 - 55 tahun. Kasus Ileus obstruksi paling sering disebabkan karena adhesi, penyebab lain dapat berupa hernia strangulata, volvulus, keganasan colon, atau diverticulitis. Pada kasus ini menggambarkan presentasi klinis pasien dengan Ileus Obstruksi karena adhesi. Gejala yang muncul berupa nyeri perut kolik, mual, BAB sulit, dan susah flatus. Pemeriksaan fisik pada abdomen didapatkan abdomen distended, suara bising usus hipoaktif hingga menghilang. Pada perkusi abdomen didapatkan suara hipertimpani. Pasien dilakukan pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi dan didapatkan hasil gambaran ileus obstruksi. Pasien dilakukan tindakan laparotomi eksplorasi dan ditemukan adhesi lalu dilakukan reseksi usus.
Seorang Perempuan 16 Tahun dengan Periappendicular Infiltrat Hera Febrianti; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periappendikular infiltrat atau appendicitis infiltrate merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat appendicitis atau radang usus buntu. Komplikasi ini terjadi ketika terbentuk massa pada daerah sekitar appendiks, yang diawali oleh appendicitis akut. Appendicitis akut sendiri disebabkan oleh obstruksi pada lumen usus buntu yang terjadi karena beberapa faktor, seperti hiperplasia limfoid, fekalit, fibrosis, benda asing (seperti makanan, parasit, atau kalkuli), serta neoplasia. Gejala klinis yang muncul pada periappendikular infiltrat umumnya mirip dengan gejala appendicitis akut, seperti nyeri perut, mual, dan demam. Pada kasus ini, seorang perempuan berusia 16 tahun dilaporkan mengalami periappendikular infiltrat. Penanganan utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan tindakan operasi, yaitu apendiktomi, yang bertujuan untuk mengangkat usus buntu yang meradang. Dengan operasi ini, diharapkan pasien dapat sembuh dan terhindar dari komplikasi lebih lanjut.