Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Gel Ekstrak Tangkai dan Daun Talas (Colocasia esculenta) Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Anindya Atiqah Ristanti; Noer Safita; Reza Khairunnisa; Sahilah Ermawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.724 KB)

Abstract

Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus (DM) yang berisiko mengalami infeksi dan dapat berakhir amputasi. Di Indonesia, prevalensi DM yang tinggi dan banyak terjadi pada usia produktif dapat mengganggu produktfitas bangsa. Pengobatan luka diabetes menggunakan antibiotik mempunyai efek samping iritasi kulit, membutuhkan banyak biaya, dan dilaporkan semakin banyak bakteri yang resisten. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekstrak tanaman talas (Colocasia esculenta) dalam bentuk sediaan gel terhadap penyembuhan luka diabetes. Metode penelitian ini berupa literature review yang dilakukan secara sistematis melalui penelusuran hasil publikasi ilmiah menggunakan database. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ekstrak tanaman talas memiliki kandungan yang dapat mempercepat penyembuhan luka dengan membantu regenerasi sel kulit. Tangkai daun talas dapat mempercepat penyembuhan luka sayat, daun talas mempercepat penyembuhan luka terkontaminasi. Tidak hanya bagian tangkai dan daun, namun bagian umbi juga terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka bakar dan luka terbuka. Tangkai dan daun talas (Colocasia esculenta) memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri yang menjadi etiologi luka diabetes terinfeksi. Aktivitas antioksidan dapat melindungi sel-sel kulit dari kerusakan oksidatif dan mempercepat pemulihan luka dalam keadaan inflamasi, sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka diabetes. Sediaan gel efektif menjaga kelembapan luka diabetes dan menunjukan peningkatan prolifesi sel, kepadatan kolagen sehingga dapat memberikan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan luka diabetes.
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) Dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) Pada Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi: Literature Review Noer Safita; EM Sutrisna; Rochmadina Suci Bestari; N Nurhayani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.306 KB)

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp. yang ditransmisikan melalui orang ke orang oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Kasus malaria dan kematian dilaporkan memiliki jumlah yang signifikan di Asia Tenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Amerika. Diperkirakan ada 228 juta kasus dan hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena malaria pada tahun 2018, dan perkiraan jumlah kematian malaria mencapai 405.000 orang. Prioritas kesehatan masyarakat global adalah melindungi kemanjuran obat Artemisinin Based Combination (ACT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) pada malaria falciparum tanpa komplikasi. Metode penelitian ini berupa literature review menggunakan database google scholar, pubmed, dan sciene direct. Hasil penelitian didapatkan efikasi penggunaan obat DHP pada hari ke 28 dan 42 populasi per protocol (PP) dan Intention to treat (ITT) sebesar 96,7-100% dan waktu bebas parasit antara hari ke 1-3 dan juga masih terdapat parasit pada H27, waktu bebas gametosit bervariasi, rerata waktu bebas demam pada H2-H3 ada yang sampai ari ke 14. Efikasi penggunaan obat AAQ didapatkan waktu bebas demam H2 dan ada yang sampai H7 dengan waktu bebas parasit antara H2-H3. Efikasi menggunakan analisis PP dan ITT antara 96-100%. Simpulan efikasi penggunaan obat Dihydroartemisinin Piperaquine (DHP) masih tinggi dianalisis menggunakan Per Protocol (PP) Intention to Treat (ITT) dan pada hari ke 28 dan 42 sebesar 96,7-100% dan Artesunate Amodiaquine (AAQ) sebesar 96-100%.
Terapi Antibiotik pada Apendisitis Akut Noer Safita; Juono Prabowo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan suatu peradangan akibat terjadinya infeksi pada appendix vermiform. Kasus apendisitis lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita dengan insiden 8,6% dan 6,7%. Apendisitis dianggap sebagai penyakit progresif yang dimulai sebagai peradangan akut karena penyumbatan pada usus buntu yang bisa nekrosis dan perforasi, jika tidak segera ditangani, sehingga diperlukan diagnosis dan pengobatan yang cepat untuk mengurangi kejadian, morbiditas, dan biaya pada penyakit apendisitis. Pada kasus ini pasien perempuan 14 tahun, dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak 1 minggu, disertai mual dan penurunan nafsu makan, sebelumnya memiliki riwayat nyeri perut bagian atas dan tengah Pemeriksaan fisik didapatkan demam, tanda-tanda vital yang lain dalam batas normal, nyeri tekan Mc burney , Rebound tenderness (+), Obturator sign (-), Psoas sign (+). Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin dan USG dengan terapi antibiotic. Gejala apendisitis biasanya dimulai dengan nyeri periumbilikal dan difus yang terlokalisasi di kuadran kanan bawah. dengan gejala gastrointestinal seperti anoreksia, mual, muntah akibat multiplikasi bakteri yang cepat di dalam apendiks. Pemeriksaan penunjang Apendisitis dapat dilakukan pemeriksaan darah rutin dan USG yang dapat meningkatkan akurasi diagnosis. Pada kasus ini dapat menggambarkan presentasi klinis pasien Apendisitis. Tatalaksana pasien ini diberikan antibiotik.