Dwi Sartini
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kondisi Pasien Suspek Hipokondriasis (Sebuah Laporan Kasus Pendekatan Kedokteran Keluarga) Muhammad Nafi RA; Shella Asfiria Arlita; Firda Islami; Fakhri Nofaldi; Yusuf Alam Romadhon; Dwi Sartini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang pria berusia 46 tahun mengeluhkan nyeri perut dan nyeri dada sejak 3 tahun yang lalu. Ia rutin memeriksakan keluhannya namun selalu tak puas dengan hasil yang disampaikan. Ia mengunjungi banyak dokter spesialis karena khawatir sedang menderita penyakit serius, bahkan sering mencari informasi sendiri di internet. Hal ini dikarenakan terdapat riwayat kesalahan pengobatan 4 tahun yang lalu, ditambah ibu pasien meninggal akibat kanker usus besar. Pasien mempunyai dua orang anak dengan tipe keluarga Nuclear Family dengan stadium keluarga 6 menurut Duval. Hubungan antar anggota keluarga harmonis, APGAR Family menunjukkan fungsional sehat. Fungsi SCREEM menunjukkan interaksi baik dengan tetangga, berlatar etnis Jawa, mampu mengoptialkan kartu JKS-KIN yang dimiliki dengan rutin mengecekkan kesehatannya, serta berpendidikan formal rendah. Diagnosis biomedik: Suspek Hipokondriasis. Diagnosis holistik: secara psikoemosional pasien berfikir sedang mengalami penyakit serius sehingga sering memeriksakan keluhannya (doctor shopping) walaupun hasil pemeriksaan penunjang yang normal. Perilaku rawat anggota keluarga baik, tetapi pengetahuan tentang penyakit dan upaya mengelola masih kurang. Intervensi yang diberikan yakni terapi farmakologi dari Puskesmas, dan dari tim penulis, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tetntang pentingnya teratur minum obat, serta mengurangi kecemasan akan menderita penyakit yang serius.
Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. S 58 Tahun dengan Kusta Multibasiler Indra Pradani Khumala; Lidya Goprani Umar; Marchella Krismonica Ningrum; Zalfa Afifah; Burhannudin Ichsan; Dwi Sartini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae,dan Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan kasus kusta terbesar di dunia. Penyakit kusta masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi medis melainkan juga masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Penyakit kusta apabila tidak terdiagnosis dan diobati secara dini, dapat mengakibatkan kecacatan menetap pada penderita. Kurangnya pengetahuan serta kepercayaan yang keliruterhadap penyakit kusta dan cacat yang ditimbulkan, mengakibatkan penyakit kusta ditakuti oleh masyarakat dan keluarga, termasuk sebagian petugas kesehatan, sehingga kondisi seperti ini yang menjadikan penderita kusta dijauhi oleh lingkungan sekitar. Penderita kusta akan diberikan pengobatan intensif melalui petugas di Puskesmas yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan selama pengobatan pelayanan kesehatan yang diberikan berorientasi pada pendekatan dokter keluarga. Sehingga tidak hanya berfokus pada masalah penyakit saja namun juga kepada masalah keluarga dan lingkungan sosial penderita Kami melaporkan kasus penyakit pada Ny. S yang terdiagnosis kusta multibasiler. Keluarga Ny. S memiliki bentuk keluarga nuclear family dengan fungsi holistic yang sangat baik. Penilaian fungsi fisiologis dengan APGAR Family Ny. S didapatkan skor 10 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Ny. S sehat. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan pasien tidakpernah menempuh pendidikan dan buta huruf serta ekonomi yang tergolong menengah kebawah. Prioritas masalah pada Ny. S yaitu rendahnya tingkat pengetahuan pasien dan keluarga terhadap penyakit yang diderita Ny. S sehingga pasien dan keluarga perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.