Zalfa Afifah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. S 58 Tahun dengan Kusta Multibasiler Indra Pradani Khumala; Lidya Goprani Umar; Marchella Krismonica Ningrum; Zalfa Afifah; Burhannudin Ichsan; Dwi Sartini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae,dan Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan kasus kusta terbesar di dunia. Penyakit kusta masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi medis melainkan juga masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Penyakit kusta apabila tidak terdiagnosis dan diobati secara dini, dapat mengakibatkan kecacatan menetap pada penderita. Kurangnya pengetahuan serta kepercayaan yang keliruterhadap penyakit kusta dan cacat yang ditimbulkan, mengakibatkan penyakit kusta ditakuti oleh masyarakat dan keluarga, termasuk sebagian petugas kesehatan, sehingga kondisi seperti ini yang menjadikan penderita kusta dijauhi oleh lingkungan sekitar. Penderita kusta akan diberikan pengobatan intensif melalui petugas di Puskesmas yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan selama pengobatan pelayanan kesehatan yang diberikan berorientasi pada pendekatan dokter keluarga. Sehingga tidak hanya berfokus pada masalah penyakit saja namun juga kepada masalah keluarga dan lingkungan sosial penderita Kami melaporkan kasus penyakit pada Ny. S yang terdiagnosis kusta multibasiler. Keluarga Ny. S memiliki bentuk keluarga nuclear family dengan fungsi holistic yang sangat baik. Penilaian fungsi fisiologis dengan APGAR Family Ny. S didapatkan skor 10 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Ny. S sehat. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan pasien tidakpernah menempuh pendidikan dan buta huruf serta ekonomi yang tergolong menengah kebawah. Prioritas masalah pada Ny. S yaitu rendahnya tingkat pengetahuan pasien dan keluarga terhadap penyakit yang diderita Ny. S sehingga pasien dan keluarga perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.
Perempuan 52 Tahun dengan Edema Paru Kardiogenik: Laporan Kasus Zalfa Afifah; Novita Eva Sawitri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edema paru merupakan terjadinya perpindahan cairan dari vaskular paru ke interstisial dan alveoli paru. Cairan ini memenuhi alveolus di dalam paru-paru yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernafas. Penyebab tersering edema paru disebabkan oleh permasalahan jantung. Pada laporan kasus ini akan membahas seorang perempuan 52 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta pada tanggal 13 Maret 2023 mengeluhkan sesak dan batuk yang sudah dirasakan sejak 2 minggu dan diperberat ketika pasien beraktivitas dan diperingan ketika pasien istirahat. Dilakukan pemeriksaan penunjang pada pasien yaitu foto rontgen thorax tanggal 13 Maret 2023 didapatkan jantung mengalami pembesaran pada pulmo corakan vaskuler kasar, perihiler kanan kiri suram, diafragma dan sinus kanan kiri suram. Lalu dilakukan juga pemeriksaan laboratorium darah dengan hasil kreatinin sedikit meningkat dengan hasil 2.07 mg/dl, ureum 97.1 mg/dl, SGPT 48.2 U/L, hematokrit menurun 33.9%. Telah dilakukan penatalaksanaan pasien dengan diberi infus renxamin 12 tpm /24 jam, injeksi N-Acetylsistein 1200 mg/12jam, injeksi ketorolac extra 1 amp saat pungsi dilakukan, injeksi ranitidine /12 jam, syringe pump furosemid 200 mg kecepatan o.5cc/jam. Untuk obat oral yang digunakan lesipar 2x1, candesartan 4mg 1x1, sukralfate 3x1, braxidine 2X1, keto g 3x, glikazid 1X 1. Perbaikan klinis belum dapat dilihat pada akhir masa intervensi, karena membutuhkan waktu yang lama sesuai patofisiologi penyakit dan kerjasama antara pasien, keluarga dan provider pelayanan kesehatan.