Marchella Krismonica Ningrum
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Perempuan Usia 63 Tahun dengan Ulkus Cornea Severe Cum Hipopion Occuli Sinistra: Laporan Kasus Marchella Krismonica Ningrum; Dessira Rizka Tri Ariany
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus kornea merupakan suatu kelainan pada kornea disebabkan jaringan kornea yang mengalami kematian sehingga sebagian besar permukaan kornea hilang hingga.lapisan stroma dan ditandai adanya infiltrate supuratif serta defek bergaung pada kornea dan gangguan pada jaringan..kornea..yang..terjadi..dari..epitel.. hingga..stroma. .Etiologi ulkus..kornea yaitu akibat..infeksi atau non infeksi. Tatalaksana yang dapat.dilakukan yaitu dengan.pemberian terapi..yang.cepat dan tepat..sesuai dengan kultur serta hasil. .uji sensitivitas mikroorganisme. .penyebab. Prognosis tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambat pemberian terapi, jenis mikroorganisme.penyebab, dan.ada.tidaknya.komplikasi.yang.timbul. Laporan.kasus.seorang.perempuan usia 63.tahun.datang.dengan keluhan mata kiri merah.dan penglihatan.kabur sejak 1 minggu yang lalu, terdapat riwayat mata kiri terkena debu dan merendam mata kirinya di air. Pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus OD 6/6, segmen anterior OD dalam batas normal, visus OS.1/300, palpebra OS hiperemis (+), sekret (+), spasme (+), konjungtiva OS CI (+) dan PCI (+), kornea OS Flourescein test (+), erosi (+), infiltrate (+), defek epitel stromal (+), feathery edge (+), COA OS terdapat hipopion <1/3 COA. Pasien didiagnosis dengan ulkus cornea severe cum hipopion occuli sinistra.
Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Ny. S 58 Tahun dengan Kusta Multibasiler Indra Pradani Khumala; Lidya Goprani Umar; Marchella Krismonica Ningrum; Zalfa Afifah; Burhannudin Ichsan; Dwi Sartini
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae,dan Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan kasus kusta terbesar di dunia. Penyakit kusta masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi medis melainkan juga masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Penyakit kusta apabila tidak terdiagnosis dan diobati secara dini, dapat mengakibatkan kecacatan menetap pada penderita. Kurangnya pengetahuan serta kepercayaan yang keliruterhadap penyakit kusta dan cacat yang ditimbulkan, mengakibatkan penyakit kusta ditakuti oleh masyarakat dan keluarga, termasuk sebagian petugas kesehatan, sehingga kondisi seperti ini yang menjadikan penderita kusta dijauhi oleh lingkungan sekitar. Penderita kusta akan diberikan pengobatan intensif melalui petugas di Puskesmas yang berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan selama pengobatan pelayanan kesehatan yang diberikan berorientasi pada pendekatan dokter keluarga. Sehingga tidak hanya berfokus pada masalah penyakit saja namun juga kepada masalah keluarga dan lingkungan sosial penderita Kami melaporkan kasus penyakit pada Ny. S yang terdiagnosis kusta multibasiler. Keluarga Ny. S memiliki bentuk keluarga nuclear family dengan fungsi holistic yang sangat baik. Penilaian fungsi fisiologis dengan APGAR Family Ny. S didapatkan skor 10 dimana dapat disimpulkan bahwa nilai fisiologis keluarga Ny. S sehat. Penilaian fungsi patologis menggunakan SCREEM didapatkan pasien tidakpernah menempuh pendidikan dan buta huruf serta ekonomi yang tergolong menengah kebawah. Prioritas masalah pada Ny. S yaitu rendahnya tingkat pengetahuan pasien dan keluarga terhadap penyakit yang diderita Ny. S sehingga pasien dan keluarga perlu dilakukan edukasi secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif.