Alfida Aulia Rahma Firdausy Nurhaliza
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Kesehatan Mental dalam Pelaksanaan Posbindu di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Widya Galih Puspita; Nita Riski Amalia; Alfida Aulia Rahma Firdausy Nurhaliza; Raihan Nafi Pramadhana; Anya Cahya Melati; Anisa Catur Wijayanti; Chayanita Sekar Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai posbindu penyakit tidak menular (PTM), riwayat penyakit tidak menular (PTM), dan status kesehatan mental di Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan dengan metode distribusi frekuensi pada 300 responden dari total keseluruhan penduduk Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan yang berusia 15 - 60 tahun. Objek penelitian ini adalah Penderita penyakit tidak menular, tingkat pengetahuan mengenai posbindu PTM dan kesehatan mental masyarakat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan sistem door to door, wawancara dengan responden menggunakan instrumen kuesioner Self Rating Questionnaire-20 (SRQ-20), dan kuesioner disusun dengan beberapa pertanyaan dengan menggunakan jenis pertanyaan yes or no question. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Karakteristik Subjek Penelitian, 300 responden dengan klasifikasi usia di Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan sebagian besar berusia 46 – 55 tahun sebanyak 81 orang (27%). (2) Status riwayat dan status penderita Penyakit Tidak Menular (PTM), sebagian besar responden tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular (PTM) yaitu sebanyak 182 orang (60,7%) dan responden yang menderita penyakit tidak menular (PTM) sebanyak 110 orang (36,7%). (3) Tingkat pengetahuan mengenai Posbindu PTM, sebagian besar responden dapat diklasifikasikan memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 163 orang (54,3%). (4) Status kesehatan mental, sebagian besar responden memiliki status kesehatan mental normal sebanyak 179 orang (59,7%).
Pembentukan Bank Sampah dan Pemanfaatan Sampah di Dusun 1, Tawang, Weru, Sukoharjo Alfida Aulia Rahma Firdausy Nurhaliza; Mila Eka Nurhidayah; Rais Fadhila; Afrian Muhammad Rizal; Jamiatulhita Alfirizqi; Alfiana Sahrina Cahyaningrum; Aura Putri Zahira; Anggita Cinderella Maharani Khosid; Ziddan Arif Darmawan; Yasinta Teeza; Eny Fauziana; Sri Darnoto
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi kasus yang banyak disoroti di Indonesia. Hal ini lantaran masyarakat masih belum bisa menekan angka laju pertumbuhan sampah akibat pola hidup masyarakat. Berbagai upaya dan cara telah banyak diusung oleh masyarakat guna mengurangi angka peningkatan sampah tiap saatnya. Inisiasi Pembentukan Bank Sampah dan Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Handicraft menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tawang Dusun 1, Weru, Sukoharjo dalam usaha mereka mengurangi sampah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memecahkan permasalahan tentang sampah melalui program pengelolaan sampah dengan menginisiasi masyarakat untuk membentuk Bank Sampah dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik. Pemberian edukasi inisiasi pembentukan bank sampah dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi handicraft ini menjelaskan tentang manajemen bank sampah dan demonstrasi pembuatan handicraft berupa bunga plastik dengan metode ceramah melalui media buku pedoman dan PowerPoint. Dari kegiatan tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa sebelum adanya edukasi inisiasi pembentukan bank sampah dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi handicraft, hasil dari Survei Mawas Diri menunjukkan bahwa terdapat 75 (74%) permasalahan pengelolaan sampah yang masih tidak memenuhi persyaratan akibat cara pengelolaannya yang masih mengandalkan pembakaran sampah. Setelah pemberian sosialisasi terkait inisiasi pembentukan Bank Sampah dan pemanfaatan sampah plastik menjadi handicraft terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Nilai pengetahuan sebelum diadakan penyuluhan sebesar 69,2% meningkat setelah dilakukan penyuluhan menjadi 81% dengan p-value 0,048 (<0,05). Meskipun kegiatan baru sekali dilakukan, namun sudah terdapat peningkatan, meskipun masih bertahap baik dalam inisiasi pembentukan Bank Sampah maupun pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi handicraft.