Fadhilah Nurluthfi Sari
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Anak Pertama dan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Stres pada Dewasa Muda Fadhilah Nurluthfi Sari; Saidatul Fithriyah; Budi Hernawan; EM Sutrisna
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan usaha menyesuaikan diri terhadap stressor yang berasal dari luar maupun dalam. Kondisi ini disebabkan oleh adanya tuntutan lingkungan, fisik, dan sosial yang tidak dapat dikontrol. Urutan kelahiran pertama dapat menyebabkan stres karena orang tua memiliki harapan yang lebih besar terhadap anak pertama. Pola asuh yang kurang baik juga dapat menyebabkan stres pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anak pertama dan pola asuh orang tua dengan tingkat stres pada dewasa muda. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan besar sampel 129 mahasiswa aktif angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang sesuai dengan kriteria restriksi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dan uji koefisien korelasi Eta untuk menilai kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara anak pertama dengan tingkat stres (p = 1,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat stres (p = 0,016). Berdasarkan analisis koefisien korelasi Eta, didapatkan hubungan yang lemah antara pola asuh orang tua dengan tingkat stress (η = 0,253). Simpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres pada dewasa muda dengan kekuatan yang lemah.
Seorang Laki-Laki Berusia 53 Tahun dengan Gagal Ginjal Kronis Stadium V: Laporan Kasus Sherly Marchelina; Fadhilah Nurluthfi Sari; Marcellino Mettafortuna Sephberlian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah gangguan progresif fungsi ginjal yang ditandai dengan adanya penurunan laju filtrasi glomerulus lebih dari tiga bulan. Kondisi ini menjadi masalah kesehatan global karena dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dan angka mortalitas yang semakin meningkat dengan penyebab tersering adalah hipertensi. Prevalensi GGK berdasarkan The Global Burden of Disease Study pada tahun 2017, mencapai 9,1% (697,5 juta) dengan peringkat ke-12 dunia penyebab kematian (sekitar 1,2 juta) akibat GGK. Angka ini akan semakin meningkat terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan RISKESDAS tahun 2018, angka kejadian GGK di Indonesia sebesar 0,38% meningkat dari 0,2% dan 60% diantaranya menjalani hemodialisa. Pada penelitian ini menggunakan metode observasional. Hasil : Seorang laki-laki 53 tahun dengan keluhan bengkak pada kedua tungkai kaki dengan diagnosis gagal ginjal kronis stage V. Diagnosis GGK ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Tatalaksana yang diberikan kepada pasien adalah pembatasan konsumsi cairan, pemberian obat diuretik dan rencana hemodialisa. Kesimpulan: Gagal ginjal kronis merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi kualitas hidup pasien, sehingga diperlukan upaya pencegahan progresi perburukan fungsi ginjal pada GGK.
Seorang Pria Berusia 55 Tahun dengan Hepatitis B: Laporan Kasus Fadhilah Nurluthfi Sari; Sherly Marchelina; Marcellino Mettafortuna Sephberlian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis merupakan peradangan sel-sel hati, yang disebabkan karena adanya infeksi, konsumsi obat-obatan, lemak berlebih, alkohol, ataupun penyakit autoimun. Hepatitis B dapat disebabkan karena adanya virus hepatitis B (HBV) dalam tubuh. Gejala hepatitis B dapat berupa simptomatik ataupun asimptomatik yang biasa terjadi pada hepatitis B kronik. Gejala klinis hepatitis B akut biasanya menimbulkan mual, muntah, malaise, dan ikterik yang muncul setelah 1-2 minggu. Prevalensi hepatitis B lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis lainnya dan diperkirakan terdapat 257 juta orang di dunia hidup dengan hepatitis B kronis, di Indonesia prevalensi hepatitis B adalah sebesar 21.8%. Diagnosis dari hepatitis B ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik pada pasien ini didapatkan ikterik pada kedua mata dan badan pasien serta hepatomegali, pada pemeriksaan penunjang didapatkan HBsAg yang positif dan pada pemeriksaan USG didapatkan hasil hepatomegali cenderung hepatitis. Pasien tersebut diberikan tatalaksana berupa tirah baring, diet tinggi energi tinggi protein, dan pemberian obat-obatan simptomatik pada pasien. Kesimpulan pada laporan ini adalah menegaskan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif pada pasien hepatitis B akut untuk mencegah perkembangan penyakit. Tatalaksana yang tepat, meliputi terapi suportif dan pola hidup sehat, dapat meningkatkan prognosis dan mendukung pemulihan optimal pada pasien.