Olivia Adiva Syafitri
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Profesi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Sistem Pendidikan Indonesia Sekar Khairiyah; Salsabila Nurul Muthmainnah; Olivia Adiva Syafitri
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/tmkf1g92

Abstract

Eksistensi profesi guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Namun, dalam praktiknya, guru BK masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi guru BK serta merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas 8 guru bimbingan dan konseling yang bertugas di beberapa sekolah menengah di Kota Medan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan fasilitas layanan, beban kerja yang tinggi, stigma negatif terhadap layanan konseling, minimnya dukungan manajemen sekolah, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta terbatasnya program pengembangan profesional. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan penguatan pelatihan profesional, optimalisasi layanan bimbingan klasikal, peningkatan kolaborasi dengan orang tua dan pihak sekolah, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan budaya sekolah yang lebih mendukung layanan konseling. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru BK sebagai bagian integral dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tantangan Struktural dan Kultural Guru Bimbingan dan Konseling pada Sekolah Menengah di Kota Medan Olivia Adiva Syafitri; Sekar Khairiyah; Salsabila Nurul Muthmainnah; Asbi
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/3c146m28

Abstract

Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karakter peserta didik di sekolah. Namun, profesi ini menghadapi berbagai tantangan yang bersumber dari dua dimensi berbeda, yaitu struktural dan kultural, yang selama ini belum banyak dikaji secara terpisah dalam penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan tantangan struktural dan kultural yang dihadapi guru BK pada sekolah menengah di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri atas 8 guru BK yang bertugas di beberapa sekolah menengah di Kota Medan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman kerja minimal 3 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan struktural meliputi keterbatasan fasilitas, beban kerja tinggi, lemahnya dukungan manajemen, dan minimnya pelatihan, sementara tantangan kultural meliputi stigma sosial, perbedaan persepsi antarguru, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Kedua dimensi tersebut saling berkaitan dan memerlukan penanganan secara bersamaan, baik melalui perbaikan fasilitas dan kebijakan sekolah maupun melalui perubahan persepsi masyarakat sekolah, agar kualitas layanan BK dapat meningkat secara optimal.