Eksistensi profesi guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Namun, dalam praktiknya, guru BK masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi guru BK serta merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas 8 guru bimbingan dan konseling yang bertugas di beberapa sekolah menengah di Kota Medan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan fasilitas layanan, beban kerja yang tinggi, stigma negatif terhadap layanan konseling, minimnya dukungan manajemen sekolah, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta terbatasnya program pengembangan profesional. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan penguatan pelatihan profesional, optimalisasi layanan bimbingan klasikal, peningkatan kolaborasi dengan orang tua dan pihak sekolah, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan budaya sekolah yang lebih mendukung layanan konseling. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru BK sebagai bagian integral dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.