Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karakter peserta didik di sekolah. Namun, profesi ini menghadapi berbagai tantangan yang bersumber dari dua dimensi berbeda, yaitu struktural dan kultural, yang selama ini belum banyak dikaji secara terpisah dalam penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan tantangan struktural dan kultural yang dihadapi guru BK pada sekolah menengah di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri atas 8 guru BK yang bertugas di beberapa sekolah menengah di Kota Medan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman kerja minimal 3 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan struktural meliputi keterbatasan fasilitas, beban kerja tinggi, lemahnya dukungan manajemen, dan minimnya pelatihan, sementara tantangan kultural meliputi stigma sosial, perbedaan persepsi antarguru, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Kedua dimensi tersebut saling berkaitan dan memerlukan penanganan secara bersamaan, baik melalui perbaikan fasilitas dan kebijakan sekolah maupun melalui perubahan persepsi masyarakat sekolah, agar kualitas layanan BK dapat meningkat secara optimal.
Copyrights © 2026