Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Kejadian Stunting di UPT Puskesmas Sumbul Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Tahun 2024 Nola Winarta Sihotang; Kesaktian Manurung; Lia Rosa Veronika; Rinawati Sembiring; Daniel Ginting
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1206

Abstract

malnutrition so that the child is too short for his age. Stunting has an impact on children's cognitive decline and productivity in the future. So far, addressing malnutrition has focused on babies from birth to five years old. In fact, the golden period is when the child is still in the womb until the age of two years. Therefore, a paradigm shift in handling malnutrition is needed. Therefore, the government is implementing the Acceleration of Nutrition Improvement Program with the First 1000 Days of Life Movement. SKI data for 2023, Dairi district is in second place with a figure of 32.6% of stunted toddlers out of 439 toddlers and based on the entry of toddler data on the e-PPGBM application in December 2024, the prevalence of stunted toddlers in the Sumbul Community Health Center, Sumbul District is around 13.98% or 258 toddlers. The incidence of stunting is influenced by several factors, namely maternal height, maternal education, compliance with taking blood supplement tablets and smoking. The aim of this research is to determine the determinants of stunting incidents at the Sumbul Community Health Center UPT, Sumbul District, Dairi Regency in 2024. This type of research is cross sectional with research methods. The population in this study were all mothers with toddlers. The number of samples in this study was 70 mothers.  Based on the research results, it was found that there was a relationship between height and stunting (p-value=0.004), there was a relationship between maternal education and stunting (p-value=0.004), there was a relationship between adherence to taking blood supplement tablets and stunting (p-value=0.000) and there was a relationship between smoking and stunting (p-value=0.000). Increasing health promotion to the community about the importance of parenting patterns and fulfilling nutrition in the First 1000 Days of Life, starting from pregnant women until children are 2 years old, as well as outreach about the health of young women and prospective brides.
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN STATUS GIZI SECARA ANTROPOMETRI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI POSYANDU ASTER MEDAN Taruli Rohana Sinaga; Sri Dearmaita Purba; Rinawati Sembiring; Melisawati Sinaga; Dwi Hesti Sembiring
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3001-3008

Abstract

Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia sehingga diperlukan pemantauan status gizi secara berkala melalui pengukuran antropometri yang akurat. Keberhasilan kegiatan tersebut sangat dipengaruhi oleh kompetensi kader Posyandu, terutama dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengabdian dilaksanakan pada Juni 2026 di Posyandu Aster Medan dengan metode pendampingan melalui praktik langsung dan evaluasi keterampilan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, demonstrasi teknik pengukuran, praktik pengukuran berat badan, tinggi/panjang badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LiLA), pendampingan pencatatan hasil, serta evaluasi kemampuan kader menggunakan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kader mampu melakukan pengukuran antropometri sesuai prosedur standar. Selain itu, diperoleh data antropometri yang valid dari 20 balita sebagai dasar pemantauan pertumbuhan dan evaluasi status gizi. Pendampingan juga meningkatkan kemampuan kader dalam menggunakan alat ukur, melakukan pencatatan, serta menginterpretasikan hasil pengukuran sehingga mampu mengidentifikasi balita yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan Posyandu dan menghasilkan data antropometri yang akurat sebagai dasar monitoring pertumbuhan balita serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih tepat sasaran.