Djoko Saryono
State University of Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hegemony and Organic Intellectuals Figures in Rio Johan’s Post-Apocalyptic Novel Buanglah Hajat Pada Tempatnya Natanael Ricky Putra; Djoko Saryono; Karkono Karkono
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.15.2.2025.261-279

Abstract

This study investigates the workings of hegemony in Rio Johan’s post-apocalyptic novel Buanglah Hajat pada Tempatnya (Dispose of Waste in Its Proper Place). Guided by Antonio Gramsci’s theory of hegemony and the conventions of post-apocalyptic literature, the research asks how power is negotiated and sustained in a dystopian society. Using a descriptive qualitative approach, the study highlights the role of organic intellectuals, represented by Pak Tua (the Old Man) and Si Bocah (the Boy), in transmitting ideology to a community of survivors. The findings reveal that hegemony in this narrative emerges through everyday practices surrounding a single functional toilet and oral traditions within a waiting line. While the research contributes a new perspective by linking hegemony to post-apocalyptic settings—an underexplored area—its scope is limited to the analysis of a single text or novel.
Etika Jawa dalam Video Animasi Cerita Rakyat Jawa Timur di Saluran YouTube Gromore Studio Series Syafinaz Amalia Putri Sunardi; Djoko Saryono; Didin Widyartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 4 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/c6nqvh65

Abstract

Cerita rakyat Jawa Timur yang saat ini banyak disajikan dalam bentuk video animasi di YouTube, khususnya pada saluran Gromore Studio Series, menjadi salah satu media penyampai nilai-nilai etika Jawa kepada generasi muda di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan representasi prinsip kerukanan dan prinsip hormat dalam etika Jawa dalam video animasi cerita rakyat Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berlandaskan teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis serta teori etika Jawa Magnis-Suseno. Korpus penelitian terdiri atas tiga video animasi cerita rakyat Jawa Timur pada saluran YouTube Gromore Studio Series, yaitu Ande-Ande Lumut, Cindelaras, dan Aji Saka, dengan total dua puluh unit data yang dianalisis. Data audiovisual berupa ekspresi dan gestur tokoh, serta data verbal berupa narasi dan tuturan tokoh, dipilih berdasarkan indikator prinsip-prinsip etika Jawa yang telah ditetapkan dalam instrumen penelitian, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Satu unit data dimungkinkan memperoleh lebih dari satu kode apabila menggambarkan lebih dari satu indikator etika sekaligus, dengan penetapan kode didasarkan pada kesesuaian data terhadap deskriptor pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kerukunan direpresentasikan melalui tiga indikator, yaitu penghindaran konflik terbuka, keselarasan dalam komunikasi, dan semangat kebersamaan, sedangkan prinsip hormat direpresentasikan melalui indikator ngajeni, unggah-ungguh, dan mengayomi, dengan representasi unggah-ungguh ditemukan sebagai indikator paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa satu adegan dalam cerita rakyat dapat menggambarkan beberapa nilai etika sekaligus yang saling berkaitan, sesuai dengan pandangan hidup masyarakat Jawa yang menempatkan keselarasan dalam hubungan sosial dan kematangan batin sebagai unsur yang saling mendukung dalam membentuk perilaku yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra digital sekaligus berpotensi menjadi alternatif sumber belajar nilai etika Jawa bagi generasi muda.