Cerita rakyat Jawa Timur yang saat ini banyak disajikan dalam bentuk video animasi di YouTube, khususnya pada saluran Gromore Studio Series, menjadi salah satu media penyampai nilai-nilai etika Jawa kepada generasi muda di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan representasi prinsip kerukanan dan prinsip hormat dalam etika Jawa dalam video animasi cerita rakyat Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berlandaskan teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis serta teori etika Jawa Magnis-Suseno. Korpus penelitian terdiri atas tiga video animasi cerita rakyat Jawa Timur pada saluran YouTube Gromore Studio Series, yaitu Ande-Ande Lumut, Cindelaras, dan Aji Saka, dengan total dua puluh unit data yang dianalisis. Data audiovisual berupa ekspresi dan gestur tokoh, serta data verbal berupa narasi dan tuturan tokoh, dipilih berdasarkan indikator prinsip-prinsip etika Jawa yang telah ditetapkan dalam instrumen penelitian, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Satu unit data dimungkinkan memperoleh lebih dari satu kode apabila menggambarkan lebih dari satu indikator etika sekaligus, dengan penetapan kode didasarkan pada kesesuaian data terhadap deskriptor pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kerukunan direpresentasikan melalui tiga indikator, yaitu penghindaran konflik terbuka, keselarasan dalam komunikasi, dan semangat kebersamaan, sedangkan prinsip hormat direpresentasikan melalui indikator ngajeni, unggah-ungguh, dan mengayomi, dengan representasi unggah-ungguh ditemukan sebagai indikator paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa satu adegan dalam cerita rakyat dapat menggambarkan beberapa nilai etika sekaligus yang saling berkaitan, sesuai dengan pandangan hidup masyarakat Jawa yang menempatkan keselarasan dalam hubungan sosial dan kematangan batin sebagai unsur yang saling mendukung dalam membentuk perilaku yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra digital sekaligus berpotensi menjadi alternatif sumber belajar nilai etika Jawa bagi generasi muda.