Sal Sabila, Sarifah Suci
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 149/I LEBUNG KATO ATI Deni Febrian; Sal Sabila, Sarifah Suci; Kurnia Nurmadani; Wini Oktaviana; Destrinelli; M Sofwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15132

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi bagian dalam pembelajaran di Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar. IPAS merupakan penggabungan dari mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran IPAS pada dasarnya untuk mengonstruksi pengetahuan peserta didik sendiri. Ekperiential learning adalah model pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, penerapan model experiential learning dapat membuat peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis-Mc. Taggart (1988). Model penelitian ini membagi prosedur penelitian ini menjadi empat tahap dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, rubrik, dan dokumentasi. Model pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran melalui pengalaman langsung, baik dalam bentuk diskusi kelompok, praktikum, maupun aktivitas refleksi yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna. Siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik nyata. Melalui pendekatan yang mengutamakan pengalaman langsung, kolaborasi, dan refleksi, peserta didik menjadi lebih terlibat dan memahami konsep dengan lebih baik.