Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teaching Materials of Thematic Learning Model Based on Innovative Models to Develop Teaching Ability of Primary School Students Usman, Nuraini; Raharjo, Makmum; Pulungan , Marwan; M Sofwan
International Conference on Elementary Education Vol. 4 No. 1 (2022): Proceedings The 4th International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.648 KB)

Abstract

Education has a great influence on the applicable curriculum. The objectives of this research are (1) to produce teaching materials that can be used in making elementary thematic devices at PGSD FKIP Universitas Sriwijaya; (2) describe the results of the product feasibility of teaching materials for elementary thematic learning. This development research is expected to have benefits in helping students understand the thematic learning lecture material for elementary schools contained in courses from various subjects in elementary school by applying various innovative learning models that are appropriate and can be applied in elementary schools later. The device development model used in this study is a model adapted from the 4D development model which consists of 4 stages, namely 1) the define 2) the design 3) the develop 4) the disseminate. Data collection techniques are expert validation sheets and questionnaires. Data analysis used qualitative analysis and analysis of expert validation test results. The product trial phase was carried out on 7th semester students. Based on the results of student responses to the developed teaching materials, it was very good, with an average percentage score of 84.25%. From the research results, the development of thematic learning skills with this innovative model is very useful in shaping the character of prospective elementary school teachers and also in responding to the development of globalization.
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 149/I LEBUNG KATO ATI Deni Febrian; Sal Sabila, Sarifah Suci; Kurnia Nurmadani; Wini Oktaviana; Destrinelli; M Sofwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15132

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi bagian dalam pembelajaran di Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar. IPAS merupakan penggabungan dari mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran IPAS pada dasarnya untuk mengonstruksi pengetahuan peserta didik sendiri. Ekperiential learning adalah model pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, penerapan model experiential learning dapat membuat peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis-Mc. Taggart (1988). Model penelitian ini membagi prosedur penelitian ini menjadi empat tahap dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, rubrik, dan dokumentasi. Model pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran melalui pengalaman langsung, baik dalam bentuk diskusi kelompok, praktikum, maupun aktivitas refleksi yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna. Siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik nyata. Melalui pendekatan yang mengutamakan pengalaman langsung, kolaborasi, dan refleksi, peserta didik menjadi lebih terlibat dan memahami konsep dengan lebih baik.