M.Ihsan Dacholfany
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENDEKATAN HUMANISTIK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MENGAJAR GURU DI SD NEGERI NAMBAH DADI KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Nur Eni; Marzuki Noor; M.Ihsan Dacholfany
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pendekatan humanistik yang diterapkan kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan mengajar guru di SD Negeri Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan staf di SD Negeri 1 Nambah Dadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah menerapkan pendekatan humanistik melalui komunikasi terbuka dan empatik, pemberian kepercayaan kepada guru, serta apresiasi verbal dan nonverbal sebagai penguatan positif; (2) pendekatan humanistik dalam pembinaan kedisiplinan guru diwujudkan melalui pembinaan secara individual yang persuasif dan dialogis, pemberian kesempatan kepada guru menyampaikan kendala, serta kepala sekolah berperan sebagai fasilitator; (3) penerapan pendekatan humanistik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran guru akan kedisiplinan, kesiapan melaksanakan pembelajaran, serta terbentuknya budaya disiplin kerja yang bersifat internal dan berkelanjutan; dan (4) faktor pendukung meliputi komitmen dan keteladanan kepala sekolah, hubungan interpersonal yang harmonis, serta iklim sekolah yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter guru, budaya disiplin lama yang bersifat formalistik, dan keterbatasan waktu kepala sekolah dalam memberikan pendampingan secara intensif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan humanistik efektif dalam membangun kedisiplinan guru yang berlandaskan kesadaran dan tanggung jawab profesional.