Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Perbandingan Perencanaan Fortal Frame Perletakan Jepit-Jepit dan Sendi-Sendi dengan Variasi Sudut Kemiringan Atap Srikirana Meidiani; Susi Riwayati; Dessy Imriany
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 6 No 2 (2018): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2018)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v6i2.1411

Abstract

Fortal Frame adalah struktur yang terdiri dari elemen-elemen linear, umumnya balok dan kolom yang saling dihubungkan pada ujung-ujungnya oleh joints (titik hubung). Pada umumnya bangunan Fortal Frame lebih sering menggunakan profil baja tunggal WF, karena untuk bangunan yang membutuhkan ruang volume yang besar seperti gudang, bangunan serbaguna, bangunan pasar tradisional, Aula, Pabrik, Hanggar Pesawat dan lain sebagainya maka type bangunan portal frame dengan baja WF sering digunakan. Sehubungan dengan hal tersebut maka peneliti mencoba untuk mengetahui tingkat ekonomis dari sisi berat pemakaian konstruksi baja profil WF pada bangunan Fortal Frame. Penelitian ini membandingkan berat pemakaian konstruksi baja yang terdiri dari Gording, Balok dan Kolom pada fortal frame perletakan jepit-jepit dan perletakan sendi-sendi dengan variasi kemiringan atap. Fortal frame direncanakan dengan bentang 18 M dan tinggi kolom 7 M dengan variasi kemiringan atap 20°; 25° dan 30°. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung beban dan momen yang terjadi pada fortal frame secara manual dengan bantuan exel. Rumus-rumus yang digunakan adalah rumus empiris yang mengacu pada SNI, buku Teknik Sipil dan Buku Mekanika Struktur. Hasil penelitian menunjukkan berat pemakaian kontruksi baja (gording, balok dan kolom) pada fortal frame perletakan jepit-jepit cenderung naik atau linear dengan semakin besarnya kemiringan atap yaitu dengan variasi kemiringan 20°; 25° dan 30° diperoleh berat konstruksi baja masing-masing : 18912,46 kg, 20857,73 kg dan 23289,51 kg. Sedangkan pada perletakan sendi-sendi diperoleh berat konstruksi baja masing-masing: 20550.46 kg , 19288.83 kg dan 25901.01 kg. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada fortal frame perletakan jepit-jepit berat minimal konstruksi terjadi pada kemiringan atap 20° yaitu sebesar 18912,46 kg dan pada perletakan sendi-sendi terdapat berat optimum pada kemiringan atap 25° yaitu sebesar 19288,83 kg. Kata Kunci :Fortal Frame, Profil WF, Perletakan Jepit-Jepit, Perletakan Sendi-Sendi, Berat Kontruksi
Penggunaan Foam Agent Pada Beton Untuk Pembuatan Beton Ringan Delli Noviarti Rachman; Susi Riwayati; Ahmad Hidayat; Tri Nitami Pratiwi
Jurnal Tekno Global Vol. 11 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v11i1.2345

Abstract

Stabilitas dan level penurunan pada jalan yang menggunakan timbunan di atas tanah lunak akan bergantung pada berat timbunan. Tanah yang lunak akan sulit untuk menahan beban timbunan sehingga sering terjadi penurunan level tanah. Hal ini dapat merusak struktur bangunan di atas tanah timbunan tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menimbun menggunakan material ringan sehingga dapat mengurangi berat timbunan dan mengurangi  tengangan pada tanah timbunan. Hal ini akan berdampak pada penurunan tanah dan membuat tanah menjadi lebih stabil. Salah satu jenis material ringan yang sesuai persyaratan dan dapat menjadi solusi adalah dengan menggunakan beton yang telah ditambahkan foam agent.  Foam Agent sendiri merupakan zat kimia yang mengandung sufaktan yang berguna untuk membentuk gelembung udara pada permukaan sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan suatu zat. Dengan penambahan foam agent diharapkan mampu membuat suatu beton dengan kekuatan yang baik, dan ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai density dan kuat tekan pada beton penambahan 0%,15%,20%,dan25% dari jumlah air. Sampel pengujian yang digunakan adalah kubus berbentuk 15cmx15cmx15 cm sebanyak 9 benda uji pada setiap variasi. Untuk mengetahui nilai density dan kuat tekan beton dilakukan pengujian selama 28 hari. Pada beton normal memiliki nilai density 2,19 kg, beton campuran 15% bernilai 1,66 kg, beton campuran 20% bernilai 1,07 kg, beton campuran 25% memiliki bernilai 0,77 kg. Nilai kuat tekan beton memiliki nilai kuat tekan pada beton normal (0%) 351,3 kg/cm2. beton campuran (15%) 65,7 kg/cm2, beton campuran (20%) 28,0 kg/cm2, beton campuran (25%) 0 kg/cm2.
Implementasi Sila Ke-5 Pancasila Melalui Upaya Menyejahterakan Masyarakat Desa Semen dengan Pelatihan Ekonomi Kreatif Maulana, Sylvia Faori; Setya Nugraha, Nabila Primandini; Riwayati, Susi; tasyya, Annas; Warih, Andono; Susilo, Bambang Eko; Faizin, Muhammad
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 3 (2023): Vol 5, No 3 (2023) : Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v5i3.46814

Abstract

Abstrak. Pancasila merupakan Ideologi Negara Indonesia yang digunakan untuk mengatur dan memelihara kehidupan bernegara. Implementasi Pancasila terutama sila kelima yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" khususnya dalam bidang perekonomian. Keberadaan cabai yang sangat melimpah menjadi potensi bagi masyarakat Desa Semen untuk mengolah produk cabai tersebut menjadi sambal kemasan yang menarik dan praktis. Metode penelitian yang dilakukan meliputi perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya pelatihan pembuatan sambal kemasan kepada masyarakat dapat memberikan bekal wawasan dan ketrampilan untuk membuka usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama. Abstract. Pancasila is the Indonesian State Idelogy which is used to regulate and maintain the life of the state. The implementation of Pancasila, especially the fifth precept which reads “Social Justice for all Indonesian people”, especially in the economic field. The abundant presence of chili pappers is a potential for the people of Semen Village to process chili products into attractive and practical packaged chili sauce. The research method used includes planning, preparation, and implementation. The results of this study are that training in making packaged chili sauce for the community can provide insight and skills to open a business so as to improve shared welfare.  Keywords: Cabai, Desa Semen, Pelatihan, Kesejahteraan