This study aimed to analyze the relationship between gadget use intensity and learning concentration among upper-grade students at SD Negeri 1 Delod Peken. A quantitative approach with a correlational research design was employed. The population consisted of 82 students in Grades IV, V, and VI, all of whom were selected as research participants using a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had met validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics with the assistance of IBM SPSS Statistics version 25. Prior to hypothesis testing, normality and linearity tests were performed. The results revealed that the intensity of gadget use was categorized as moderate, with a mean score of 80.04, while students’ learning concentration was also in the moderate category, with a mean score of 70.74. Pearson Product-Moment correlation analysis showed a correlation coefficient of r = -0.543 with a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate a significant negative relationship between gadget use intensity and learning concentration. In other words, higher levels of gadget use tend to be associated with lower levels of learning concentration, and vice versa. Furthermore, the coefficient of determination analysis indicated that gadget use intensity contributed 29.5% to students’ learning concentration, while the remaining 70.5% was influenced by other factors beyond the scope of this study.The findings suggest that wise and controlled gadget use, supported by proper supervision from teachers and parents, is essential to maintaining and improving students’ learning concentration. Keywords: Gadget Use Intensity, Learning Concentration, Elementary School Students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan gawai dan konsentrasi belajar siswa kelas tinggi di SD Negeri 1 Delod Peken. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 82 siswa kelas IV, V, dan VI yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 80,04, sedangkan konsentrasi belajar siswa juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 70,74. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,543 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara intensitas penggunaan gawai dan konsentrasi belajar siswa. Semakin tinggi intensitas penggunaan gawai, semakin rendah konsentrasi belajar siswa, dan sebaliknya. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap konsentrasi belajar siswa, sedangkan 70,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, penggunaan gawai perlu dikelola secara bijak melalui pengawasan dan pendampingan dari guru maupun orang tua agar tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa. Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Gawai, Konsentrasi Belajar, Siswa Sekolah Dasar.