Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa penataan mutu di banyak lembaga pendidikan Islam masih bersifat parsial, administratif, figur-sentris, dan belum menyentuh ranah substansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai strategi kepemimpinan transformasional dalam proses perencanaan pengembangan mutu organisasi pada lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam mengartikulasikan visi mutu, melibatkan komponen organisasi secara partisipatif, serta mengatasi resistensi perubahan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji kredibilitasnya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan transformasional memegang peran determinan melalui tiga pilar utama. Pertama, pemimpin berhasil melakukan redefinisi dan artikulasi visi mutu ke dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) dengan mengintegrasikan nilai teologis Islam (itqan dan amanah) dengan standar manajemen modern. Kedua, optimalisasi tata keorganisasian dilakukan melalui pendekatan perencanaan bottom-up dan partisipatif yang mencerminkan implementasi nyata dari prinsip syura (musyawarah). Ketiga, penerapan dimensi individualized consideration (konsiderasi individual) yang humanis terbukti efektif memitigasi resistensi budaya kerja dan mengubah hambatan adaptasi teknologi menjadi komitmen kolektif yang melembaga ke dalam sistem organisasi (system-driven organization). Melalui strategi ini, keberlanjutan mutu lembaga tidak lagi bergantung pada figuritas biologis pemimpin semata.