Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berorientasi inklusi menghadapi tantangan pedagogis yang sangat kompleks dalam upaya memfasilitasi peserta didik yang memiliki kebutuhan, kesiapan belajar yang sangat beragam. Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang diintegrasikan secara holistik dengan metode bermain sebagai solusi instruksional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara komprehensif implementasi pembelajaran berbasis bermain berdiferensiasi dalam menumbuhkan kesadaran sosial dan empati pada anak usia dini di PAUD inklusi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini memusatkan subjek pada 15 anak usia dini di PAUD Terpadu Al-Furqan, Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan pendidik, serta analisis dokumentasi terkait asesmen perkembangan sosial-emosional anak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi diferensiasi melalui empat dimensi utama: modifikasi konten, diferensiasi proses, variasi produk, dan penataan lingkungan belajar yang responsif. Seluruh dimensi tersebut diaplikasikan dalam aktivitas bermain yang bermakna, secara khusus melalui metode bermain peran, bermain konstruktif dengan material loose parts, dan aktivitas kooperatif seperti kelas memasak. Temuan empiris mengindikasikan adanya transformasi yang signifikan pada dimensi kesadaran sosial ke-15 anak tersebut. Mereka mulai mampu memahami ragam perspektif, menghargai batas-batas personal, memahami isyarat komunikasi non-verbal dari teman berkebutuhan khusus, serta menunjukkan perilaku kepatuhan terhadap norma antrean. Lebih jauh, aspek empati berkembang pesat dalam tiga tahap: kognitif, afektif, dan perilaku prososial. Anak-anak mulai menunjukkan kepedulian, berbagi alat bermain, dan memberikan dukungan emosional kepada teman sebaya tanpa perlu instruksi langsung atau intervensi dari guru.