Floriana Letni Banung
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN PSEUDOCODE TERHADAP KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA DALAM MENYELESAIKAN TANTANGAN PROYEK PEMROGRAMAN KELAS X DI SMKN 4 KUPANG Floriana Letni Banung; Khatrin J. Taku Neno; Jhon Enstein
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57609

Abstract

Floriana Letni Banung,,2026,  Pengaruh Penggunaan Pseudocode Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skill (Hots) Siswa Dalam Menyelesaikan Tantangan Proyek Pemrograman Kelas X Di Smkn 4 Kupang.  Program Studi Pendidikan Informatika,Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Citra Bangsa Kupang. Pembimbing Ibu Khatrin J. Taku Neno S.Pd. Kom., M.Pd dan Bapak Jhon Enstein, S.Kom.,M.CS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pseudocode terhadap kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa dalam menyelesaikan tantangan proyek pemrograman pada mata pelajaran Informatika kelas X di SMKN 4 Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode True Experimental Design.. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan kemampuan HOTS antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa pada kedua kelas masih berada pada kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS), dengan rata-rata nilai pre-test kelas eksperimen sebesar 46,25 dan kelas kontrol sebesar 48,40. Setelah diberikan perlakuan, rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat menjadi 88,33, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 72,60. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) < 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, hasil penilaian proyek menunjukkan bahwa rata-rata nilai proyek kelas eksperimen sebesar 93,54, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 70,60, dengan selisih 22,93 poin sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima.Hasil tersebut membuktikan bahwa penggunaan Pseudocode berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan HOTS siswa pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi pemrograman dibandingkan metode trial and error.