Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dialami peserta didik kelas VI (khususnya kelas VI B) SD Negeri Sungguminasa IV Kabupaten Gowa serta menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru PAI dalam mengatasi hambatan tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam bersama guru PAI serta peserta didik, dan studi dokumentasi akademik. Teknik analisis data meliputi reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan belajar peserta didik terpolarisasi ke dalam tiga domain utama: 1) Domain kognitif, berupa hambatan literasi membaca teks Arab murni tanpa transliterasi latin serta disorientasi numerasi teologis pada materi zakat mal dan hukum waris (faraidh); 2) Domain psikomotorik, berupa gangguan memori prosedural dalam sinkronisasi gerakan dan bacaan salat; dan 3) Domain afektif, berupa krisis self-efficacy akademik dan kecemasan performa sosial akibat pengaruh negatif budaya lokal Siri’ (rasa malu). Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru PAI menerapkan strategi klinis-adaptif berbasis nilai kearifan lokal (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge'), meliputi pendekatan personal proaktif (one-on-one intervention), bimbingan tambahan individual (remedial teaching) dengan metode drill, arsitektur pembelajaran berdiferensiasi melalui metode tutor sebaya (peer tutoring), pemanfaatan media multimedia visual, serta optimalisasi penugasan praktik domestik yang tersinkronisasi dengan paguyuban orang tua. Faktor pendukung strategi ini adalah sinergitas orang tua dan variasi media visual, sedangkan faktor penghambatnya mencakup keterbatasan pemerataan buku paket serta ketertutupan psikologis peserta didik yang pendiam.