Penelitian ini menganalisis keterampilan literasi lisan siswa kelas IV dalam mengungkapkan ide secara verbal di SDN Pandanwangi 3 Kota Malang. Permasalahan muncul dari hasil observasi kelas yang menunjukkan banyak siswa masih ragu-ragu, berbicara terbata-bata, dan kesulitan menyusun ide ketika diminta menyampaikan pendapat di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan tersebut serta memberikan solusi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan ide secara lisan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 27 siswa kelas IVC. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen skala Likert 1–4 dengan tujuh indikator keterampilan berbicara, wawancara dengan guru dan siswa terpilih, serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi lisan siswa terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, dengan mayoritas siswa berada pada kategori sedang. Kesulitan utama terletak pada kelancaran berbicara, kejelasan suara, dan struktur penyampaian ide. Wawancara menunjukkan bahwa siswa kategori sedang dan rendah sebenarnya memahami materi, namun kesulitan mengekspresikan pemikiran karena kurang percaya diri dan takut melakukan kesalahan. Penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan literasi lisan siswa sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan melalui lingkungan kelas yang kondusif dan strategi pembelajaran yang memberi lebih banyak kesempatan berbicara, berdiskusi, dan presentasi.