Etyka Rina Mahanani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam Menggunakan Teknik Draw and Tell untuk Memahami Isi Bacaan Anggraeni, Silvia; Muh Arafik; Ardika Rahma Kumalasari; Etyka Rina Mahanani; Muhammad Firdaus Mashuri; Richa Okta Barera; Weinty Anggraini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62486

Abstract

The purpose of this study is to describe how fifth-grade elementary school students use the Draw and Tell method to understand texts. This study employs a qualitative approach with a phenomenological orientation. The research subjects consisted of fifth-grade elementary school students who were learning to read using the Draw and Tell method. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data analysis, and conclusion analysis. The findings indicate that the “Draw and Tell” method provides a positive learning experience for students. Students became more attentive and enthusiastic about learning to read because reading activities involved drawing and retelling the text. These activities helped students understand the characters, plot, and content of the stories more easily. Additionally, the use of drawings boosted students’ self-confidence when they returned to the classroom. Furthermore, the “Draw and Tell” technique made the learning process more active, engaging, and less tedious. However, some students still struggled to draw illustrations that matched the story’s content and felt uncomfortable when asked to do so in class. Based on the findings of this study, it can be concluded that the “Draw and Tell” technique can help students understand reading concepts through simultaneous visual and verbal activities. This technique is also effective in creating a meaningful learning environment and increasing engagement.
ANALISIS KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS IV SD DALAM MENGUNGKAPKAN IDE SECARA LISAN Etyka Rina Mahanani; Muh Arafik; Ardika Rahma Kumalasari; Muhammad Firdaus Mashuri; Richa Okta Barera; Silvia Anggraeni; Weinty Anggraini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63759

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterampilan literasi lisan siswa kelas IV dalam mengungkapkan ide secara verbal di SDN Pandanwangi 3 Kota Malang. Permasalahan muncul dari hasil observasi kelas yang menunjukkan banyak siswa masih ragu-ragu, berbicara terbata-bata, dan kesulitan menyusun ide ketika diminta menyampaikan pendapat di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan tersebut serta memberikan solusi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan ide secara lisan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 27 siswa kelas IVC. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen skala Likert 1–4 dengan tujuh indikator keterampilan berbicara, wawancara dengan guru dan siswa terpilih, serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi lisan siswa terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, dengan mayoritas siswa berada pada kategori sedang. Kesulitan utama terletak pada kelancaran berbicara, kejelasan suara, dan struktur penyampaian ide. Wawancara menunjukkan bahwa siswa kategori sedang dan rendah sebenarnya memahami materi, namun kesulitan mengekspresikan pemikiran karena kurang percaya diri dan takut melakukan kesalahan. Penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan literasi lisan siswa sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan melalui lingkungan kelas yang kondusif dan strategi pembelajaran yang memberi lebih banyak kesempatan berbicara, berdiskusi, dan presentasi.